Najmulhayah's Blog

Archive for the ‘tausiyah’ Category

Bismillahirrahmanirrahim,,

Akhwat shalihah yg dimuliakan Allah,,

Ingatkah kita akan kejadian zaman dahulu kala. Ketika posisi wanita sangat rendah di mata masyarakat.  Banyak orangtua yang malu,jika dikaruniai seorang anak perempuan. Bahkan tanpa belas kasihan, mereka pun mengubur putri mereka hidup-hidup.  Saat itulah, Islam datang bagaikan pahlawan. Islam mengajarkan kita semua untuk memuliakan kaum wanita. Banyak sekali ayat-ayat Allah yang mengajarkan kepada kita dan menerangkan kepada kita tentang kemuliaan seorang wanita.

Benar saudariku,, wanita adalah makhluk Allah yang sungguh mulia. Allah begitu menjaga kita agar senantiasa menjadi sosok muslimah yang dirindu syurga. Tapi terkadang kita terlalu buta untuk mau memahami maksud Allah dari setiap ajaran-Nya. Banyak dari kita yang menodai kemuliaan diri kita sendiri karena hawa nafsu kita.

Setiap apa yang Allah ajarkan kepada kita,adalah senantiasa agar kita tetap menjadi seorang wanita yang terjaga, yang mulia, yang terhormat. Tapi terkadang kita merasa itu sebagai sebuah kekangan bagi kita. Tidak sedikit yang merasa berat dan akhirnya jatuh kepada bujuk rayu fatamorgana dunia.

Allah telah menciptakan kita begitu sempurna, begitu indah.  Karena itu, Allah juga khawatir, keindahan kita bisa menjadi boomerang buat kita, sehingga menjadikan kita sebagai mainan bagi para laki-laki, menjadi pemuas hawa nafsu mereka, sedang kita tahu, bahwa nafsu seperti itu adalah nafsu syaitan. Karena itu, Allah mengajarkan kita untuk senantiasa menutup aurat kita. Agar kita senantiasa terjaga, senantiasa terlindungi, dan agar kita bisa mempersembahkan keindahan itu hanya pada pendamping kita kelak.

Allah mengajarkan banyak hal pada kita, untuk senantiasa memuliakan diri kita sendiri, menjaga diri kita sendiri, sehingga kita bisa menjadi wanita yang terjaga iffah dan izzahnya. Menjadi muslimah yang dimuliakan baik di dunia maupun di syurga-Nya.

Allah juga mengajarkan kita untuk menjadi muslimah yang seimbang, yang menyeluruh, yang kaffah. Sebagaimana seorang hamba Allah yang lain, kita tidak hanya dituntut untuk menyempurnakan ibadah kita, tetapi kita juga diajarkan untuk menyempurnakan muamalah kita. Kita tidak hanya dibina untuk Hablumminallah yang baik tetapi juga hablumminannash yang baik.

Kalau kita mau melihat lebih jauh, tentu banyak fenomena-fenomena yang aneh di sekitar kita,, banyak muslimah yang memahami suatu ajaran dengan baik, tapi tidak memahami ajaran yang lainnya.

Sebagai contoh, kita bisa menyaksikan seorang wanita muslimah yang shalehah, melaksanakan syiar-syiar Islam. Namun, tidak menghiraukan kesehatan dan kebersihan mulut dan dirinya. Tidak peduli dengan kesehatan dan aroma yang keluar dari mulut atau tubuhnya.  Padahal kita tau, bahwa Allah juga cinta kebersihan.

Contoh lain, kita dapati ada seorang muslimah mencurahkan perhatiannya pada ibadah tapi tidak memiliki pandangan yang benar tentang Islam yang menyeluruh, ‘bagaimana Islam menyikapi alam, kehidupan dan manusia.’

Ada yang semangat belajar Islamnya baik. Antusias menghadiri majelis-majelis ilmu, tapi tidak menjaga lisannya dari ghibah (menggunjing) dan namimah (mengadu domba).

Ada yang hubungan pribadinya dengan Alloh Subhanahu wa Ta’ala baik, tapi tidak menjaga hubungan baik dengan tetangga dan teman-temannya.

Ada Yang hubungannya dengan teman-teman dan tetangganya baik tapi tidak melaksanakan dengan baik hak-hak orang tua. Kurang-kalau tidak dikatakan sama sekali tidak-mereka dalam berbakti kepada kedua orang tuanya.

Ada yang berbakti kepada kedua orang tuanya tetapi tidak memenuhi hak-hak suaminya. Tampil dengan dandanan indah saat menghadiri pertemuan-pertemuan dengan para wanita tetapi tidak pernah memperbaiki penampilannya di depan suaminya.

Ada yang berbakti kepada suaminya tetapi tidak membantu suaminya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Atau tidak mendukung suaminya untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan beramal shaleh.

Ada yang berbakti kepada suaminya tapi kurang memperhatikan pembinaan dan pembentukan kepribadian anak-anaknya. Kurang memperatikan perkembangan kejiwaaan dan akal mereka. Kurang memperhatikan lingkungan sekitarnya yang memberikan pengaruh kepada putra-puterinya.

Ada yang silaturahim terhadap keluarganya baik, tapi hubungannya dengan lingkungan sekitarnya tidak baik. Sibuk dengan urusan pribadinya. Tidak peduli dengan persoalan kaum muslimin dan muslimat.

Ada yang memperhatikan persoalan pribadi dan umat islam tetapi kurang memperhatikan pengembangan pengetahuannya. Tidak menambah pengetahuannya dengan belajar dan terus membaca.

Ada yang sibuk dengan belajar tetapi mengabaikan urusan rumah tangga, putera puterinya dan suaminya.

Hal Ini kadang-kadang terjadi dikarenakan muslimah tidak peduli atau tidak memiki pandangan yang utuh tentang Islam. Pandangan yang menyeluruh tentang manusia, kehidupan, dan alam sekelilingnya. Muslimah hanya memerankan satu aspek dengan baik, tapi tidak aspek lainnya.

Kalau mau dilihat, banyak sekali peran yang dimiliki seorang muslimah. Sebagai hamba Allah yang sudah seharusnya untuk taat, sebagai khalifah di bumi-Nya,  sebagai seorang anak, sebagai seorang istri, sebagai seorang Ibu, seorang tokoh masyarakat, seorang da’iyah, dan peran-peran lainnya.

Setiap peran itu seharusnya bisa dimainkan secara seimbang. Al-Qur’an dan hadist telah banyak mengajarkan kita bagaimana perilaku kita dalam menjalani setiap peran itu,dan ilmu mengenai berbagai peran tadi pun harus bisa dipelajari secara seimbang. Sehingga kita sebagai muslimah bisa menjalankan setiap peran itu dengan baik.  Dan tentunya tujuan akhir dari setiap peran itu adalah untuk mencapai Ridha Allah SWT. Mengantarkan kita pada kesuksesan di dunia dan keberuntungan yang sangat besar di hari kemudian.

Semua ini yang telah digariskan oleh Islam dalam Al-Qur’an  dan sunnah akan mengantarkan seorang wanita muslimah mendapatkan kepribadiannya yang asli. Kepribadian yang sejalan dengan fitrahnya. Kepribadian yang sesuai dengan yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Sehingga melahirkan wanita muslimah yang unggul, mulia dan istimewa dalam perasaan, pemikiran, prilaku dan hubungannya. Wanita yang senantiasa mulia dalam setiap aspek kehidupannya.

Tidak kah kita ingin bisa menjadi wanita-wanita yang senantiasa dimuliakan dan memuliakan dirinya?? Tidak kah kita ingin menjadi seperti wanita-wanita pendahulu kita, yang bahkan ketika nafasnya masih berhembus pun sudah dijanjikan keindahan syurga??

Menjadi seperti Ibunda Khadijah,Aisyah, Fatimah, Maryam, dan shahabiyah lainnya??

Teringat pula akan kisah dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata,

Ibnu Abbas berkata padaku,

“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”

Aku menjawab, “Ya”

Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’
Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’
Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.

Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu?

Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?

Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?

Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam. Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada apa-apanya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.

Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.

Saudariku, jadilah kita muslimah sejati, muslimah yang senantiasa dimuliakan. Yang hatinya senantiasa di liputi ketaatan,yang akhlaknya mencerminkan Al-Qur’an, sikapnya disenangi banyak orang,   dan hidupnya penuh kebermanfaatan. Jadilah kita wanita mulia, yang dari rahimnya lah lahir generasi2 rabbani, dari bimbingannya lah muncul pahlawan2 peradaban, dari pengorbanannya lah hadir mujahid-mujahidah yang tangguh.

Karena itu saudariku, berjuanglah, bertekadlah, dan tunjukkanlah bahwa kita bukan muslimah sembarangan. Jangan sampai kita terlena oleh fatamorgana dunia. Kita harus senantiasa bangga dengan jati diri kita, sebagai seorang muslimah. Tentu kita juga tidak ingin hanya menjadi manusia biasa, kita harus bisa menjadi muslimah yang sesungguhnya. Muslimah yang kaffah, yang menyeluruh, sehingga kita bisa menjadi wanita yg di cinta dunia dan dirindu syurga.

Tunjukkanlah saudariku, tunjukkanlah pada dunia, pada seluruh alam semesta, agar semuanya menyaksikan, bahwa kita adalah seorang MUSLIMAH!!


Iklan


Ikhwatifillah,para pejuang Allah :),,

ditengah kesibukan yang kita lalui saat ini, ditengah hiruk pikuk kehidupan yang kita jalankan, di tengah nafsu-nafsu dunia yang terkadang melenakan,  mari kita berdiam diri sejenak.. mari kita merenung kembali,bermuhasabah diri,tentang hakikat penciptaan kita sebagai seorang manusia..

Mengapa Allah menciptakan kita sebagai manusia, dan menjadikan kita makhluk yang bisa berfikir, membedakan mana yang baik dan buruk, dan menjadikan kita sebagai khalifah fil Ard, pemimpin di Bumi-Nya ini,, mari kita kembali merenungi sejenak ayat-ayat indah dari kitab suci Al Qur’an yang Allah turunkan kepada baginda kita Nabi Muhammad SAW,,


Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. ( Al Baqarah : 30 )

Allah menciptakan kita, manusia, sebagai khalifah di bumiNya ini, sebagai wakil Allah di bumi-Nya ini. Untuk menjaga buminya, dan mencegah kerusakan. Kita di amanahkan untuk menyebarkan kebaikan di bumi. Menyebarkan agamanya, menyampaikan keindahan ajaran islam.. Allah begitu percaya pada kita, bahwa kita, hamba-Nya, akan menjaga bumi-Nya dengan baik.

Apakah kita akan menjaga kepercayaannya, dengan menjadi wakil yang baik, hamba yang baik, atau kita melanggar janji kita pada Allah, dan mengingkari kepercayaan yang Allah berikan. Itu semua pilihan kita masing-masing, yang pasti setiap perbuatan yang kita lakukan akan ada balasannya..

Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barang siapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka. ( Al Fathiir : 39)

Untuk itu, sebagai hamba yang baik, sudah seharusnya kita menjaga kepercayaan itu.. dengan cara apa?? Dengan menyebarkan ajaran-Nya, menyebarkan kebaikan, kita diamanahkan oleh Allah untuk menyebarkan kebaikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.  Yaitu dengan cara  berjihad di jalan Allah..

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih?

( As Saff : 10)

“(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,”

(As Saff: 11 )


Tahapan2 Jihad di jalan Allah itu sendiri ada 3 :

  1. Pengingkaran dengan hati, kita mengingkari apa-apa yang menurut kita tidak baik. Kita tidak menyukai hal tersebut, dan memohon kepada Allah agar saudara kita diberi petunjuk
  2. Menegur atau melakukan larangan, baik dengan lisan maupun tulisan. Ini merupakan kegiatan dakwah yang biasa kita lakukan.
  3. Dengan tangan dan kekuasaan atau berperang di jalan Allah.. Ini dilakukan ketika kemunkaran yang terjadi sudah diluar batas,  ketika sudah tidak ada jalan lagi selain berperang di jalan Allah.

Karena itu, saudariku,, kita sebagai hamba Allah, yang menjadi khalifah fil ard, harus bisa menyebarkan kebaikan di bumi ini, salah satunya dengan jalan dakwah ini.. Karena percayalah, ketika kita mau berjuang membantu agama Allah, niscaya Allah juga akan memberikan kemudahan bagi kita..


Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. ( Ali Imran : 104 )

Jangan ragu, jangan putus asa.. tetaplah yakin, bahwa ini memang jalan kita..

Ketika banyak cobaan menghadang, ketika banyaknya perampok jalanan, kembali mantapkan hati kita, bahwa memang inilah jalan kita..

Kembali semangati diri kita, ketika diri ini mulai merasa lelah, mulai merasa jenuh, mulai merasa malas, mulai merasa ingin mundur, merasa sendiri, ingat kembali janji Allah,,

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

( Muhammad: 7)


Percayalah saudaraku, ketika kita berjuang di jalan ini, maka Allah akan memberikan rahmat-Nya pada kita.. Percayalah bila kita senantiasa menolong agama-Nya, maka Allah pun akan menolong kita..

Tapi jangan lupa pula, ketika kita berniat menyebarkan kebaikan,akan lebih optimal ketika kita mengerjakan secara berjama’ah.  Kita harus bisa bergerak bersama..

Kenapa??

Karena dengan bersama setiap pekerjaan akan terasa lebih ringan.

Akan adanya strategi-strategi dakwah yang bisa kita diskusikan bersama, potensi2 hebat dari masing2 individu akan dikumpulkan jadi satu,dan bisa menjadi gebrakkan yang lebih dahsyat.

Selain itu tidak akan ada overlap karena adanya pembagian tugas, pembagian wilayah kerja dan lain2..

Allah pun sudah mengajarkan kepada kita untuk bisa berjihad bersama, seperti yang tertera dalam ayat berikut,,


“Sesungguhnya Allah mencintai orang2 yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang kokoh..”

(Q.S 61:4),,


Membentuk barisan yang teratur bukan gerombolan, kita membentuk barisan yang kokoh. Bukan gerombolan yang berantakan, tanpa pemimpin, tanpa arahan gerak,dan tanpa tujuan.. Kita harus bisa membentuk suatu barisan yang teratur. Yang memiliki arahan, yang memiliki pemimpin, yang memiliki tujuan dan strategi untuk mencapainya.

Karena kebaikan , walaupun itu kebaikan kalau tidak terencana dengan baik akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir dengan baik.. karena itu kita harus bisa bergerak bersama.  ayo para pejuang,kita luruskan kembali niat, atur kembali barusan, dan kokohkan kembali kekuatan^^..

Kita berkewajiban untuk menyeru, berjuang sekuat tenaga. Tapi untuk hasil itu urusan Allah. Kita nggak bisa memberikan hidayah pada seseorang,kita hanya berupaya agar Allah bisa memberikan hidayah pada dia.

Jadi janganlah terlalu bersedih kalau usaha kita belum mencapai target, yang terpenting kita berusaha terus semaksimal mungkin.. Tapi bukan berarti juga kita tetap diam saja,kita juga harus selalu mengevaluasi diri kita, apa yg salah dari kita. Jangan sampai hal itu melenakan kita, karena kita tetap mempunyai kewajiban untuk berjuang sekuat tenaga. Tetap tumbuhkan semangat pada diri kita^^..


“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

( An Nahl : 125 )


Dalam melakukan penyeruan,haruslah dengan cara yang baik, bukan dengan kasar atau ancaman. Kita harus bisa menyeru dengan hikmah, berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah. Jangan sampai setiap orang merasa antipati dan terpaksa. Jangan sampai setiap orang melakukannya karena perintah atau takut.

Karena bukan itu tujuan kita. Kita mengajak orang untuk memahami islam, mencintai Allah dan Rasulnya. Bukan mengajak mereka beribadah, tapi hati mereka tidak ikut dengan ibadahnya..

Kita menyeru agar mereka bisa menghayati dan mencintai apa yang kita seru. Agar mereka bisa mencintai jalan yang mereka pilih. Kita bukan mengajarkan mereka untuk rajin shalat saja, tapi untuk mencintai shalat itu. Dengan demikian, dimana pun ia berada, ada atau tidak adanya kita, mereka tetap berpegang teguh pada prinsipnya.

Dakwah bukan management perusahaan tapi management hati, jadi dilakukan dengan berbagai pendekatan hati. Kita harus bisa mendapatkan hati mereka,dengan begitu akan lebih mengena ke saudara2 kita.. Kita harus bisa menyentuh hati mereka terhadap apa yang kita seru.

Selain itu, jadilah contoh yang baik untuk mereka. Jadilah bukti nyata dari ucapan kita, jadilah orang yang baik dan ramah, selalu membantu, yang ada ketika mereka butuh.. Karena kata-kata itu kehilangan makna dan kekuatannya karena muncul dari hati yang tidak meyakininya, Siapapun tidak bisa meyakini kata-kata yang diucapkannya sebagai suatu kebenaran kecuali jika dirinya menjadi contoh hidup dari ucapannya, dan perwujudan nyata dari kata-katanya.  Karena itu, jadikanlah diri kita teladan dari setiap ucapan kita.

Selamat berjuang saudaraku,  bantulah saudara kita untuk mengenal Allah dengan berdakwah. Jangan sampai kita menikmati indahnya islam sendirian.

Tapi ingat pula, untuk bisa berdakwah di jalan Allah, tidak bisa dengan kepala kosong. Kita pun harus senantiasa menambah ilmu pengetahuan kita. Kita akan senantiasa membutuhkan pembinaan diri. Karena itu jangan pernah lelah untuk belajar.


Selain itu, untuk mancapai keberhasilan dakwah yang optimal dan menyebar luas,jangan berkumpul di satu titik, menyebarlah, agar kebaikan itu semakin tersebar luas. Dakwah lewat apapun itu.

Jadi contoh yg baik di lingkungan, di awali dengan lingkungan terdekat. Keluarga,Angkatan, kampus, senat,bpm dll.. Inilah yang membuat kita membutuhkan strategi, strategi untuk menempati masing2 posisi. Dengan begini, kita bisa mencapai hasil dakwah yang lebih optimal.


Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya

( At Taubah : 122)


Masing-masing dari kita mempunyai tempat sendiri untuk berjuang, dan untuk berdakwah, bisa lewat cara apapun. Bisa dilakukan dimanapun, dan kepada siapapun..

Jadi bergeraklah, menyebarlah, sebarlah kebaikan itu, sebarlah keindahan agama ini. Jangan pernah patah karena lelah.

Bergeraklah hingga kelelahan itu lelah mengejarmu. Yakin akan janji Allah, yakin akan pertolongan Allah..

Ingatlah, bahwa kereta dakwah akan terus berjalan dengan ataupun tanpa kita, karena itu, jangan sampai tertinggal. Jangan sampai kita gugur di tengah jalan, jangan sampai kita kehilangan kesempatan mulia ini..

Semangat ikhwatifillah, karena istirahatnya seorang muslim sejati adalah ketika ia telah menginjak pintu syurga. .


Sudah pantaskah aku untuk mengeluh??

Pernah suatu ketika, ketika banyak sekali amanah yang datang bermunculan di waktu yang sama, saya   merasa sangat penat dengan semua amanah yang saya hadapi.. Merasa sangat jenuh dan rasanya ingin sekali berdiam diri sejenak, mengistirahatkan jiwa yang terasa lelah..


Namun di saat itu, saya kembali teringat dengan materi yang pernah saya dapatkan ketika sedang mengikuti Liqa rutinan saya, murrobi saya membahas masalah Jihad. Subhanallah, saya jadi malu ketika mengingat kembali materi itu,, mengingat sudah seberapa besarkah pengorbanan yang saya berikan untuk agama Allah ini?! Mungkin masih jauh di bawah rata-rata perjuangan sahabat-sahabat lain..


Memang pada dasarnya, semua yang kita lakukan dalam hidup ini, sudah seharusnya diniatkan untuk berjihad di jalan Allah, harus dengan tujuan menegakkan kalimat-kalimat Allah. Tapi sudah seberapa dalamkah tujuan itu tertanam dalam diri kita? Dalam kehidupan kita? Dalam setiap langkah hidup kita? Sudah seberapa besarkah pengorbanan yang kita berikan, sehingga kita merasa pantas untuk mengeluh, untuk merasa jenuh?! Sangat teramat tidak pantas!!


Ada 3 hal yang harus kita lakukan apabila kita melihat kemungkaran di depan mata kita, dan hal yang terakhir adalah selemah-lemahnya iman.. Pertama dengan lisan yaitu menegur secara langsung, yang kedua dengan perbuatan atau kekuasaan seperti berperang di jalan Allah, dan yang terakhir dengan hati yaitu doa yang kita panjatkan.. Semoga Allah selalu memberi kita kekuatan untuk bisa melaksanakan kewajiban itu.


“ Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-arang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah , sehingga mereka terbunuh atau membunuh, sebagai janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapa yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikin itulah kemenangan yang agung..”


“ Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, beribadah, memuji Allah, mengembara demi ilmu dan agama , rukuk, sujud, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembiralah orang-orang yang beriman…”


Keimanan yang tulus, Keistiqamahan dan kesabaran dalam melakukan perdagangan dengan Allah, dan tidak mudah mengeluh adalah syarat yang harus dimiliki oleh orang-orang yang hendak berjihad di jalan Allah.. Kalau dibandingkan dengan kisah-kisah orang lain , perjuangan mereka, pengorbanan mereka, mungkin saya bukanlah apa-apa di mata Allah.. saya nggak mau ketinggalan dari orang-orang itu, saya juga ingin melakukan perdagangan itu.. perdagangan yang tidak akan pernah membuat saya rugi..


Untuk itu,saya tidak boleh mengeluh, saya harus kembali menata diri, mempersembahkan yang terbaik untuk memenangkan perdagangan tersebut. Menjadi bagian dari orang-orang yang Allah sebutkan itu.. Tidak ada kata lelah untuk Sebuah kemenangan yang Agung.. Saya tidak akan pernah berhenti sampai kemenangan itu dapat saya raih.. Insya Allah..


ya Allah,, terima kasih atas semua Nikmat yang tidak pernah berhenti mengalir, Jadikanlah diri ini hamba yang senantiasa bersyukur.. Jangan biarkan hidayah ini pergi dan keimanan ini luntur.. Jauhkanlah hamba dari apa-apa yang tidak Engkau Ridhai..


Beliau juga berpesan agar aku bisa jadi lebih dewasa, dan lebih bisa menyeimbangkan lagi seluruh aktivitas aku.. sesibuk apapun aku,, kuantitas dan kualitas ibadah tidak boleh dikorbankan.. Teteh,, aku sayang teteh,, selalu ada kata-kata yang tepat di saat yang tepat. Mudah-mudahan seluruh aktivitas yang aku lakukan tidak mendzalimi hak Penciptaku atas diriku..



ya Allah, terimakasih^^..

“Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”

(Q.S Al-An’am :125)

Hidayah, sesuatu yang tak ternilai harganya.. siapa yang ingin lahir dalam keluarga nasrani, yahudi? Siapa yang ingin lahir dalam keluarga yang tak taat beragama? Semua Allah yang menentukan, ketika akhirnya kita dilahirkan dalam keadaan muslim, ketika kita akhirnya otomatis beragama islam,ketika akhirnya kita memiliki keluarga yang faham islam dengan baik, itu ada yang menentukan. Keadaan yang akhirnya bisa menjadikan kita pribadi yang shalih, yang bisa menjadikan kita wanita berjilbab, yang bisa menjadikan kita berakhlak baik, dan keadaan yang bisa mendukung kita mempelajari islam secara kaffah.

Itulah yang harus senantiasa kita syukuri, ketika kita masih diizinkan memeluk islam hingga hari ini, ketika kita masih bisa merasakan indahnya iman hingga hari ini, ketika kita masih bisa shalat dan melantunkan ayat suci Al-Qur’an, ketika kita masih disadarkan akan kewajiban berpuasa Ramadhan, dan ketika kita masih ingat akan adanya hari akhir dimana akan kita pertanggungjawabkan semua perbuatan kita.

Ya, Sebuah nikmat hidayah yang masih Allah berikan kepada kita.. nikmat yang tidak bisa semua orang dapatkan seperti firmanNya dalam surat Al-An’am.. dan Alhamdulillah kita masih senantiasa menjadi orang yang Allah anugrahkan nikmat itu.

Nikmat petunjuk untuk selalu berada dalam jalan yang lurus. Nikmat yang terkadang tidak kita sadari kehadiranNya, nikmat yang terkadang tidak kita sambut dengan penuh rasa Syukur, Nikmat yang seringkali kita sia-siakan dengan melanggar perintahNya..

berhati-hatilah sahabatku, dengan mudah Allah memberikan hidayah itu, dan dengan mudah pula Allah bisa mengambilnya kembali. Jagalah ia, peliharalah, dan tumbuhkan ia dengan baik dalam dadamu.. siramlah ia senantiasa dengan nutrisi rohaninya, jangan sia-siakan nikmat itu.. karena ketika Allah telah mengambilnya kembali dari hatimu, maka kau akan menjadi orang yang buta dan tak akan mampu lagi membedakan kebaikan dan kebathilan..

Wallahualam bishawab


Tag:

Assalamualaikum wrwb…

Ahlan wa Sahlan ya Akhi, ya ukhti... semoga bisa bermanfaat untuk semuanya^^

demi masa

September 2019
S S R K J S M
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Nutrisi Jiwa

Allah tak pernah menjanjikan hari-hari kita berlalu tanpa sakit,berhias tawa tanpa kesedihan,senang tanpa kesulitan.. Tetapi Allah menjanjikan kekuatan kepada kita,untuk dapat melewatnya, selama kita ber-husnuzan kepadaNya..

Status

berusaha sabar dan ikhlas^^..
Iklan