Najmulhayah's Blog

Archive for Maret 2010

..Hanya kepada Allah lah manusia bergantung dan berserah diri..

kau datang dalam hidupku,

Mengisi ruang kesepian,

Mengobati kekosongan jiwa,

kau hadir dalam hidupku,

Bagaikan hujan yang mengguyur sang Bumi,

Ia datang tiba-tiba,

Tanpa aku sadari,

Memberikan kesejukan

Menggemburkan tanah dan ladang,

Lalu dia pergi

Hilang..

Hanya meninggalkan bekas hujan

Meninggalkan genangan air

Ya, semua datang dan pergi,

Meninggalkan kenangan masing-masing

Baik itu pahit dan sakit

Maupun menyenangkan

Hingga aku sadari

Tidak ada yg pernah abadi

Tidak ada yg selalu bersedia di sisi

Menemani hari-hari sepi

Hingga aku sadari

Hanya Kau tempat ku bergantung

Hanya Kau yang senantiasa ada

Untukku mengadu

Untuk ku bercerita

Untuk menemani hari-hari sepi

Yang sunyi bagai tak ada penghuni di bumi

Selain aku dan Kau..

Kau yang selalu terbuka

Untukku berdoa

Untukku berharap

Untuk selalu di sisiku

Menemani setiap kekosongan jiwa

Mengisi setiap ruang kesepian

Untuk memberikan semangat

Memberikan arah, di saat ku mulai goyah

Rabbi, jangan Kau tinggalkan aku,,

Aku tak perduli,

Satu-persatu dari mereka pergi,

Aku tak peduli,

Asal Kau tetap di sini,

Di hati yg lemah ini..

Mengingat kembali perjalanan hidup selama 21 tahun ini,

Mengingat semua peristiwa  yang terjadi,,

Peristiwa-peristiwa indah yang membuatku tersenyum mengingatnya,

maupun peristiwa-peristiwa pahit yang membuatku  terkadang kembali menangis..

mengingat kembali setiap orang-orang yang pernah hadir,

mengisi indahnya hari-hari yg sedang aku jalani, namun tak berapa lama, meraka kembali pergi..

semua orang di kehidupan kita akan selalu datang dan pergi,

berganti lingkungan, maka individunya pun akan senantiasa berganti,,

mengingat kedekatan dengan teman-teman di SD, SMP, SMA,

mereka semua pernah mengisi hari-hariku, menjadi teman yg senantiasa ada, menjadi  tempat cerita yang nyaman, menjadi rekan untuk belajar dan kawan untuk bermain.

Namun tak berapa lama, semua kembali berganti..

Karena jarak tak kembali merestui, untuk bisa selalu bersama..

Walau ajang reuni terkadang bisa mengobati, tapi tetap ada yg terasa beda, karena setiap manusia pun akan berubah.

Begitupun ketika sampai di bangku kuliah,

Mengingat kelompok tutor yg senantiasa berganti,

Dan waktu kosong yg tidak selalu sama

Semua pun akhirnya kembali datang dan pergi

Kadang merasa begitu dekat, tapi tiba-tiba merasa jauh, bahkan untuk bercerita pun menjadi sulit.

Ketika ada seseorang yg benar-benar membuatku merasa nyaman, merasa aman, merasa senang, akhirnya pun kembali pergi,karena sebuah alasan.

Pergi bahkan tanpa ada lagi komunikasi..

Bahkan orang tua yang senantiasa ada,

Saat mata ini terbuka di pagi hari,,

Kini  mereka terasa jauh..

Dan bahkan suatu saat pun,

Mereka mungkin akan benar-benar meninggalkan kita..

Di tengah kesendirian, sangat terasa di hati ini, bahwa dalam kehidupan tidak pernah ada yg abadi.

Bahwa bergantung pada manusia, tidak akan memberikan rasa aman,

Karena kita nggak pernah bisa menjamin,

Dan mengatur hati manusia,

bila nama kita tak lagi hadir di hatinya,

maka tidak bisa dipaksa untuk kembali hadir,

bila kita bukan teman yg diharapkannya,

maka kita pun tak akan pernah bisa memaksa,

setiap orang punya hak masing2,

untuk merasa nyaman pada kita, lalu tiba2 pergi  karena sebuah alasan.

Karenanya, jangan gantungkan diri kita pada manusia,,

Sekalipun pada orang tua kita sendiri,

Karena kita tidak akan pernah bisa merasa aman sepenuhnya..

Semuanya akan datang dan pergi,,

Tanpa bisa kita atur,,

Karenanya, senantiasa  gantungkan diri kita,

Hanya pada Dia yang senantiasa ada..

Yang tidak akan pergi meninggalkan kita,

Selama kita masih mau bergantung padaNya,

Masih menjadi hambaNya yang senantiasa mencintaiNya

Dan senantiasa mendekatkan diri padaNya,,

Rasulullah SAW Bersabda,

“Allah SWT berfirman,’Barang siapa mendekat kepada-Ku sejengkal,maka Aku pun mendekat kepadanya sehasta, Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku sehasta,maka Aku pun akan mendekat kepada-Nya sedepa, Barang siapa yang datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku pun datang kepada-Nya dengan berlari..” (HR Muslim)

Iklan

Bismillahirrahmanirrahim,,

Akhwat shalihah yg dimuliakan Allah,,

Ingatkah kita akan kejadian zaman dahulu kala. Ketika posisi wanita sangat rendah di mata masyarakat.  Banyak orangtua yang malu,jika dikaruniai seorang anak perempuan. Bahkan tanpa belas kasihan, mereka pun mengubur putri mereka hidup-hidup.  Saat itulah, Islam datang bagaikan pahlawan. Islam mengajarkan kita semua untuk memuliakan kaum wanita. Banyak sekali ayat-ayat Allah yang mengajarkan kepada kita dan menerangkan kepada kita tentang kemuliaan seorang wanita.

Benar saudariku,, wanita adalah makhluk Allah yang sungguh mulia. Allah begitu menjaga kita agar senantiasa menjadi sosok muslimah yang dirindu syurga. Tapi terkadang kita terlalu buta untuk mau memahami maksud Allah dari setiap ajaran-Nya. Banyak dari kita yang menodai kemuliaan diri kita sendiri karena hawa nafsu kita.

Setiap apa yang Allah ajarkan kepada kita,adalah senantiasa agar kita tetap menjadi seorang wanita yang terjaga, yang mulia, yang terhormat. Tapi terkadang kita merasa itu sebagai sebuah kekangan bagi kita. Tidak sedikit yang merasa berat dan akhirnya jatuh kepada bujuk rayu fatamorgana dunia.

Allah telah menciptakan kita begitu sempurna, begitu indah.  Karena itu, Allah juga khawatir, keindahan kita bisa menjadi boomerang buat kita, sehingga menjadikan kita sebagai mainan bagi para laki-laki, menjadi pemuas hawa nafsu mereka, sedang kita tahu, bahwa nafsu seperti itu adalah nafsu syaitan. Karena itu, Allah mengajarkan kita untuk senantiasa menutup aurat kita. Agar kita senantiasa terjaga, senantiasa terlindungi, dan agar kita bisa mempersembahkan keindahan itu hanya pada pendamping kita kelak.

Allah mengajarkan banyak hal pada kita, untuk senantiasa memuliakan diri kita sendiri, menjaga diri kita sendiri, sehingga kita bisa menjadi wanita yang terjaga iffah dan izzahnya. Menjadi muslimah yang dimuliakan baik di dunia maupun di syurga-Nya.

Allah juga mengajarkan kita untuk menjadi muslimah yang seimbang, yang menyeluruh, yang kaffah. Sebagaimana seorang hamba Allah yang lain, kita tidak hanya dituntut untuk menyempurnakan ibadah kita, tetapi kita juga diajarkan untuk menyempurnakan muamalah kita. Kita tidak hanya dibina untuk Hablumminallah yang baik tetapi juga hablumminannash yang baik.

Kalau kita mau melihat lebih jauh, tentu banyak fenomena-fenomena yang aneh di sekitar kita,, banyak muslimah yang memahami suatu ajaran dengan baik, tapi tidak memahami ajaran yang lainnya.

Sebagai contoh, kita bisa menyaksikan seorang wanita muslimah yang shalehah, melaksanakan syiar-syiar Islam. Namun, tidak menghiraukan kesehatan dan kebersihan mulut dan dirinya. Tidak peduli dengan kesehatan dan aroma yang keluar dari mulut atau tubuhnya.  Padahal kita tau, bahwa Allah juga cinta kebersihan.

Contoh lain, kita dapati ada seorang muslimah mencurahkan perhatiannya pada ibadah tapi tidak memiliki pandangan yang benar tentang Islam yang menyeluruh, ‘bagaimana Islam menyikapi alam, kehidupan dan manusia.’

Ada yang semangat belajar Islamnya baik. Antusias menghadiri majelis-majelis ilmu, tapi tidak menjaga lisannya dari ghibah (menggunjing) dan namimah (mengadu domba).

Ada yang hubungan pribadinya dengan Alloh Subhanahu wa Ta’ala baik, tapi tidak menjaga hubungan baik dengan tetangga dan teman-temannya.

Ada Yang hubungannya dengan teman-teman dan tetangganya baik tapi tidak melaksanakan dengan baik hak-hak orang tua. Kurang-kalau tidak dikatakan sama sekali tidak-mereka dalam berbakti kepada kedua orang tuanya.

Ada yang berbakti kepada kedua orang tuanya tetapi tidak memenuhi hak-hak suaminya. Tampil dengan dandanan indah saat menghadiri pertemuan-pertemuan dengan para wanita tetapi tidak pernah memperbaiki penampilannya di depan suaminya.

Ada yang berbakti kepada suaminya tetapi tidak membantu suaminya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Atau tidak mendukung suaminya untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan beramal shaleh.

Ada yang berbakti kepada suaminya tapi kurang memperhatikan pembinaan dan pembentukan kepribadian anak-anaknya. Kurang memperatikan perkembangan kejiwaaan dan akal mereka. Kurang memperhatikan lingkungan sekitarnya yang memberikan pengaruh kepada putra-puterinya.

Ada yang silaturahim terhadap keluarganya baik, tapi hubungannya dengan lingkungan sekitarnya tidak baik. Sibuk dengan urusan pribadinya. Tidak peduli dengan persoalan kaum muslimin dan muslimat.

Ada yang memperhatikan persoalan pribadi dan umat islam tetapi kurang memperhatikan pengembangan pengetahuannya. Tidak menambah pengetahuannya dengan belajar dan terus membaca.

Ada yang sibuk dengan belajar tetapi mengabaikan urusan rumah tangga, putera puterinya dan suaminya.

Hal Ini kadang-kadang terjadi dikarenakan muslimah tidak peduli atau tidak memiki pandangan yang utuh tentang Islam. Pandangan yang menyeluruh tentang manusia, kehidupan, dan alam sekelilingnya. Muslimah hanya memerankan satu aspek dengan baik, tapi tidak aspek lainnya.

Kalau mau dilihat, banyak sekali peran yang dimiliki seorang muslimah. Sebagai hamba Allah yang sudah seharusnya untuk taat, sebagai khalifah di bumi-Nya,  sebagai seorang anak, sebagai seorang istri, sebagai seorang Ibu, seorang tokoh masyarakat, seorang da’iyah, dan peran-peran lainnya.

Setiap peran itu seharusnya bisa dimainkan secara seimbang. Al-Qur’an dan hadist telah banyak mengajarkan kita bagaimana perilaku kita dalam menjalani setiap peran itu,dan ilmu mengenai berbagai peran tadi pun harus bisa dipelajari secara seimbang. Sehingga kita sebagai muslimah bisa menjalankan setiap peran itu dengan baik.  Dan tentunya tujuan akhir dari setiap peran itu adalah untuk mencapai Ridha Allah SWT. Mengantarkan kita pada kesuksesan di dunia dan keberuntungan yang sangat besar di hari kemudian.

Semua ini yang telah digariskan oleh Islam dalam Al-Qur’an  dan sunnah akan mengantarkan seorang wanita muslimah mendapatkan kepribadiannya yang asli. Kepribadian yang sejalan dengan fitrahnya. Kepribadian yang sesuai dengan yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Sehingga melahirkan wanita muslimah yang unggul, mulia dan istimewa dalam perasaan, pemikiran, prilaku dan hubungannya. Wanita yang senantiasa mulia dalam setiap aspek kehidupannya.

Tidak kah kita ingin bisa menjadi wanita-wanita yang senantiasa dimuliakan dan memuliakan dirinya?? Tidak kah kita ingin menjadi seperti wanita-wanita pendahulu kita, yang bahkan ketika nafasnya masih berhembus pun sudah dijanjikan keindahan syurga??

Menjadi seperti Ibunda Khadijah,Aisyah, Fatimah, Maryam, dan shahabiyah lainnya??

Teringat pula akan kisah dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata,

Ibnu Abbas berkata padaku,

“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”

Aku menjawab, “Ya”

Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’
Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’
Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.

Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu?

Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?

Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?

Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam. Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada apa-apanya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.

Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.

Saudariku, jadilah kita muslimah sejati, muslimah yang senantiasa dimuliakan. Yang hatinya senantiasa di liputi ketaatan,yang akhlaknya mencerminkan Al-Qur’an, sikapnya disenangi banyak orang,   dan hidupnya penuh kebermanfaatan. Jadilah kita wanita mulia, yang dari rahimnya lah lahir generasi2 rabbani, dari bimbingannya lah muncul pahlawan2 peradaban, dari pengorbanannya lah hadir mujahid-mujahidah yang tangguh.

Karena itu saudariku, berjuanglah, bertekadlah, dan tunjukkanlah bahwa kita bukan muslimah sembarangan. Jangan sampai kita terlena oleh fatamorgana dunia. Kita harus senantiasa bangga dengan jati diri kita, sebagai seorang muslimah. Tentu kita juga tidak ingin hanya menjadi manusia biasa, kita harus bisa menjadi muslimah yang sesungguhnya. Muslimah yang kaffah, yang menyeluruh, sehingga kita bisa menjadi wanita yg di cinta dunia dan dirindu syurga.

Tunjukkanlah saudariku, tunjukkanlah pada dunia, pada seluruh alam semesta, agar semuanya menyaksikan, bahwa kita adalah seorang MUSLIMAH!!


Sambil mengisi waktu, di tengah tak berdayanya tubuh untuk di ajak beraktivitas^^,, mungkin Allah memang sedang menyuruh untuk istirahat 🙂 , akhirnya hanya bisa terkulai lemas sambil mencoba merangkai kata, mengulangi rekaman kejadian tepat 3 hari yang lalu, saat hari bahagia saudara sepupuku Kania Adhiyanishita dengan suaminya Andhika.

Ya, hari itu, entah kenapa tamu tak diundang itu kembali hadir, ya, air mata itu kembali membanjiri wajahku di saat2 yang seharusnya aku tersenyum menghadiri akad nikah sepupuku. Entah sudah berapa kali, aku menangis saat mengikuti akad nikah saudara2 ku. Aku sendiri tidak yakin benar apa alasan yg membuat akhirnya air mata itu kembali terjatuh.


Aku hanya merasa suasana itu begitu syahdu, begitu mengharukan, begitu suci  dan begitu mengikat. Aku merasa akad nikah adalah sesuatu yang sangat sakral. Di saat itulah sang ayah, benar-benar melepaskan putrinya. Melepaskan putri yang selama ini di rawatnya, dididiknya, dijaganya dengan penuh rasa cinta dan kehati-hatian. Saat inilah sang ayah menyerahkan putrinya pada seorang pria yang telah dipilih, untuk menggantikan semua kewajibannya. Menjaganya, menafkahinya, mengayominya, dan mencintainya sepenuh jiwa dan raga.

Di dalam akad nikah inilah, terucap janji, untuk mengikat diri sebagai sepasang suami istri, yang saling menyayangi dan tidak menyakiti satu sama lain.  Yang menjalankan kewajibannya masing-masing guna menciptakan sebuah keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah. Janji yang seharusnya selalu diingat, di saat hati mulai jenuh, di saat jiwa mulai bosan, disaat fisik mulai lelah, disaat cinta mulai pudar, janji inilah yang harus selalu diingat. Untuk kembali menguatkan diri, kembali merangkai cita, kembali membangun cinta.

Ya, aku rasa ini bukan air mata kesedihan, tapi air mata haru. Haru dengan semua prosesi sacral itu. Haru dengan prosesi pemindahtanganan semua tanggung jawab itu. Hati ini hanya menyimpan harap, semoga kelak tanggung jawab terhadapku bisa diserahkan ayahku ke orang yang benar2 tepat. Orang yang benar2 bisa menjaga janji pernikahannya pada ayahku sampai akhir hayat kami. Orang yang benar2 bisa menjaga tanggungjawab itu, dan menggantikan kewajiban ayahku dengan baik. Bisa senantiasa membimbingku menggapai Ridha-Nya,Melahirkan generasi2 mujahid, dan menjadi Murrobi terbaik yang akan mengajakku terbang ke syurga-Nya.. Amiin..

Semoga setiap suami istri senantiasa mengingat kembali janji akad nikahnya ketika menghadapi permasalahan apapun dalam rumah tangganya. Sehingga bisa kembali menguatkan hati, dan menyadari tanggungjawabnya masing-masing.

Setelah akad nikah, acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Pernikahan yang bernuansa pink itu sangat menarik hati untuk bisa men-copy paste itu suatu saat nanti^^.. Subhanallah loh, ternyata cocok juga loh, kalau pink dipadu dengan warna silver. Istrinya terlihat cantik, suaminya terlihat gagah. Inspiring banget lah,untuk mewujudkan cita2 menikah dengan busana pink,heheu^^..

Di pernikahan itu, bener2 latihan buat jadi pengantin. Berdiri lama mempersilahkan para tamu undangan yg mau memberi selamat, dan sampai para tamu habis,kita belum boleh duduk. Pengalaman yang unik juga, adalah setelah kita boleh berpencar. Waktu dulu, waktu kita masih remaja (ceritanya skrg udh dewasa^^),, aku sama saudara2 aku tuh pasti bareng2.. jadi pagar ayu bareng, terus berkeliarannya bareng, makannya bareng sambil ngobrol2. Nah sekarang, ketika semua beranjak dewasa dan udah punya pacar masing2, aku deh yang kebingungan. Setelah kita menyelesaikan tugas kita, ketika aku mau ajak saudara2 aku ambil makan, ternyata mereka sudah berpencar duluan dengan pacarnya masing2.. waduh, sedih juga, akhirnya aku berkeliaran sendiri, dan salam sana-sini kalau ada saudara yg aku kenal.

Hmm, sempet terbersit pikiran iseng, karena aku ga boleh pacaran, biar kalo saudara2 aku nikah aku ga sendiri lagi, gimana kalau aku juga cepet nikah aja yah??! Hihihi^^,, tapi logika kembali menyadarkan, huss2, kayak yg udah siap aja.. jadi istri dan jadi ibu itu bukan pekerjaan sembarangan harus dipersiapkan dengan matang. Apalagi aku nya masih kekanak-kanakkan kayak gini.. Tapi benar loh saudara2,, kalau kita mau mempelajari dan memahami lebih jauh,pekerjaan seorang ibu itu tidak main2, semakin dipelajari,aku jadi semakin merasa blm siap..

Tapi semoga ketika waktunya tiba, aku sudah cukup siap dan dewasa dalam menjalani dan menyikapi semuanya,, amiiin…. Ups,, udah ah,, jadi ngomongin itu.. saya kan masih keciiilll…^^..

Pokoknya,, Barakallah lah buat Uni Nia dan da Andhika,, semoga pernikahannya Barakah dan  bisa membentuk keluarga yang sakinah,mawaddah,warahmah, melahirkan generasi2 yang shaleh dan shalehah^^,amiin^^..



Assalamualaikum wrwb…

Ahlan wa Sahlan ya Akhi, ya ukhti... semoga bisa bermanfaat untuk semuanya^^

demi masa

Maret 2010
S S R K J S M
« Feb   Mei »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Nutrisi Jiwa

Allah tak pernah menjanjikan hari-hari kita berlalu tanpa sakit,berhias tawa tanpa kesedihan,senang tanpa kesulitan.. Tetapi Allah menjanjikan kekuatan kepada kita,untuk dapat melewatnya, selama kita ber-husnuzan kepadaNya..

Status

berusaha sabar dan ikhlas^^..
Iklan