Najmulhayah's Blog

Jalan cinta para pejuang :)

Posted on: Februari 16, 2010


Ikhwatifillah,para pejuang Allah :),,

ditengah kesibukan yang kita lalui saat ini, ditengah hiruk pikuk kehidupan yang kita jalankan, di tengah nafsu-nafsu dunia yang terkadang melenakan,  mari kita berdiam diri sejenak.. mari kita merenung kembali,bermuhasabah diri,tentang hakikat penciptaan kita sebagai seorang manusia..

Mengapa Allah menciptakan kita sebagai manusia, dan menjadikan kita makhluk yang bisa berfikir, membedakan mana yang baik dan buruk, dan menjadikan kita sebagai khalifah fil Ard, pemimpin di Bumi-Nya ini,, mari kita kembali merenungi sejenak ayat-ayat indah dari kitab suci Al Qur’an yang Allah turunkan kepada baginda kita Nabi Muhammad SAW,,


Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. ( Al Baqarah : 30 )

Allah menciptakan kita, manusia, sebagai khalifah di bumiNya ini, sebagai wakil Allah di bumi-Nya ini. Untuk menjaga buminya, dan mencegah kerusakan. Kita di amanahkan untuk menyebarkan kebaikan di bumi. Menyebarkan agamanya, menyampaikan keindahan ajaran islam.. Allah begitu percaya pada kita, bahwa kita, hamba-Nya, akan menjaga bumi-Nya dengan baik.

Apakah kita akan menjaga kepercayaannya, dengan menjadi wakil yang baik, hamba yang baik, atau kita melanggar janji kita pada Allah, dan mengingkari kepercayaan yang Allah berikan. Itu semua pilihan kita masing-masing, yang pasti setiap perbuatan yang kita lakukan akan ada balasannya..

Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barang siapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka. ( Al Fathiir : 39)

Untuk itu, sebagai hamba yang baik, sudah seharusnya kita menjaga kepercayaan itu.. dengan cara apa?? Dengan menyebarkan ajaran-Nya, menyebarkan kebaikan, kita diamanahkan oleh Allah untuk menyebarkan kebaikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.  Yaitu dengan cara  berjihad di jalan Allah..

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih?

( As Saff : 10)

“(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,”

(As Saff: 11 )


Tahapan2 Jihad di jalan Allah itu sendiri ada 3 :

  1. Pengingkaran dengan hati, kita mengingkari apa-apa yang menurut kita tidak baik. Kita tidak menyukai hal tersebut, dan memohon kepada Allah agar saudara kita diberi petunjuk
  2. Menegur atau melakukan larangan, baik dengan lisan maupun tulisan. Ini merupakan kegiatan dakwah yang biasa kita lakukan.
  3. Dengan tangan dan kekuasaan atau berperang di jalan Allah.. Ini dilakukan ketika kemunkaran yang terjadi sudah diluar batas,  ketika sudah tidak ada jalan lagi selain berperang di jalan Allah.

Karena itu, saudariku,, kita sebagai hamba Allah, yang menjadi khalifah fil ard, harus bisa menyebarkan kebaikan di bumi ini, salah satunya dengan jalan dakwah ini.. Karena percayalah, ketika kita mau berjuang membantu agama Allah, niscaya Allah juga akan memberikan kemudahan bagi kita..


Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. ( Ali Imran : 104 )

Jangan ragu, jangan putus asa.. tetaplah yakin, bahwa ini memang jalan kita..

Ketika banyak cobaan menghadang, ketika banyaknya perampok jalanan, kembali mantapkan hati kita, bahwa memang inilah jalan kita..

Kembali semangati diri kita, ketika diri ini mulai merasa lelah, mulai merasa jenuh, mulai merasa malas, mulai merasa ingin mundur, merasa sendiri, ingat kembali janji Allah,,

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

( Muhammad: 7)


Percayalah saudaraku, ketika kita berjuang di jalan ini, maka Allah akan memberikan rahmat-Nya pada kita.. Percayalah bila kita senantiasa menolong agama-Nya, maka Allah pun akan menolong kita..

Tapi jangan lupa pula, ketika kita berniat menyebarkan kebaikan,akan lebih optimal ketika kita mengerjakan secara berjama’ah.  Kita harus bisa bergerak bersama..

Kenapa??

Karena dengan bersama setiap pekerjaan akan terasa lebih ringan.

Akan adanya strategi-strategi dakwah yang bisa kita diskusikan bersama, potensi2 hebat dari masing2 individu akan dikumpulkan jadi satu,dan bisa menjadi gebrakkan yang lebih dahsyat.

Selain itu tidak akan ada overlap karena adanya pembagian tugas, pembagian wilayah kerja dan lain2..

Allah pun sudah mengajarkan kepada kita untuk bisa berjihad bersama, seperti yang tertera dalam ayat berikut,,


“Sesungguhnya Allah mencintai orang2 yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang kokoh..”

(Q.S 61:4),,


Membentuk barisan yang teratur bukan gerombolan, kita membentuk barisan yang kokoh. Bukan gerombolan yang berantakan, tanpa pemimpin, tanpa arahan gerak,dan tanpa tujuan.. Kita harus bisa membentuk suatu barisan yang teratur. Yang memiliki arahan, yang memiliki pemimpin, yang memiliki tujuan dan strategi untuk mencapainya.

Karena kebaikan , walaupun itu kebaikan kalau tidak terencana dengan baik akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir dengan baik.. karena itu kita harus bisa bergerak bersama.  ayo para pejuang,kita luruskan kembali niat, atur kembali barusan, dan kokohkan kembali kekuatan^^..

Kita berkewajiban untuk menyeru, berjuang sekuat tenaga. Tapi untuk hasil itu urusan Allah. Kita nggak bisa memberikan hidayah pada seseorang,kita hanya berupaya agar Allah bisa memberikan hidayah pada dia.

Jadi janganlah terlalu bersedih kalau usaha kita belum mencapai target, yang terpenting kita berusaha terus semaksimal mungkin.. Tapi bukan berarti juga kita tetap diam saja,kita juga harus selalu mengevaluasi diri kita, apa yg salah dari kita. Jangan sampai hal itu melenakan kita, karena kita tetap mempunyai kewajiban untuk berjuang sekuat tenaga. Tetap tumbuhkan semangat pada diri kita^^..


“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

( An Nahl : 125 )


Dalam melakukan penyeruan,haruslah dengan cara yang baik, bukan dengan kasar atau ancaman. Kita harus bisa menyeru dengan hikmah, berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah. Jangan sampai setiap orang merasa antipati dan terpaksa. Jangan sampai setiap orang melakukannya karena perintah atau takut.

Karena bukan itu tujuan kita. Kita mengajak orang untuk memahami islam, mencintai Allah dan Rasulnya. Bukan mengajak mereka beribadah, tapi hati mereka tidak ikut dengan ibadahnya..

Kita menyeru agar mereka bisa menghayati dan mencintai apa yang kita seru. Agar mereka bisa mencintai jalan yang mereka pilih. Kita bukan mengajarkan mereka untuk rajin shalat saja, tapi untuk mencintai shalat itu. Dengan demikian, dimana pun ia berada, ada atau tidak adanya kita, mereka tetap berpegang teguh pada prinsipnya.

Dakwah bukan management perusahaan tapi management hati, jadi dilakukan dengan berbagai pendekatan hati. Kita harus bisa mendapatkan hati mereka,dengan begitu akan lebih mengena ke saudara2 kita.. Kita harus bisa menyentuh hati mereka terhadap apa yang kita seru.

Selain itu, jadilah contoh yang baik untuk mereka. Jadilah bukti nyata dari ucapan kita, jadilah orang yang baik dan ramah, selalu membantu, yang ada ketika mereka butuh.. Karena kata-kata itu kehilangan makna dan kekuatannya karena muncul dari hati yang tidak meyakininya, Siapapun tidak bisa meyakini kata-kata yang diucapkannya sebagai suatu kebenaran kecuali jika dirinya menjadi contoh hidup dari ucapannya, dan perwujudan nyata dari kata-katanya.  Karena itu, jadikanlah diri kita teladan dari setiap ucapan kita.

Selamat berjuang saudaraku,  bantulah saudara kita untuk mengenal Allah dengan berdakwah. Jangan sampai kita menikmati indahnya islam sendirian.

Tapi ingat pula, untuk bisa berdakwah di jalan Allah, tidak bisa dengan kepala kosong. Kita pun harus senantiasa menambah ilmu pengetahuan kita. Kita akan senantiasa membutuhkan pembinaan diri. Karena itu jangan pernah lelah untuk belajar.


Selain itu, untuk mancapai keberhasilan dakwah yang optimal dan menyebar luas,jangan berkumpul di satu titik, menyebarlah, agar kebaikan itu semakin tersebar luas. Dakwah lewat apapun itu.

Jadi contoh yg baik di lingkungan, di awali dengan lingkungan terdekat. Keluarga,Angkatan, kampus, senat,bpm dll.. Inilah yang membuat kita membutuhkan strategi, strategi untuk menempati masing2 posisi. Dengan begini, kita bisa mencapai hasil dakwah yang lebih optimal.


Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya

( At Taubah : 122)


Masing-masing dari kita mempunyai tempat sendiri untuk berjuang, dan untuk berdakwah, bisa lewat cara apapun. Bisa dilakukan dimanapun, dan kepada siapapun..

Jadi bergeraklah, menyebarlah, sebarlah kebaikan itu, sebarlah keindahan agama ini. Jangan pernah patah karena lelah.

Bergeraklah hingga kelelahan itu lelah mengejarmu. Yakin akan janji Allah, yakin akan pertolongan Allah..

Ingatlah, bahwa kereta dakwah akan terus berjalan dengan ataupun tanpa kita, karena itu, jangan sampai tertinggal. Jangan sampai kita gugur di tengah jalan, jangan sampai kita kehilangan kesempatan mulia ini..

Semangat ikhwatifillah, karena istirahatnya seorang muslim sejati adalah ketika ia telah menginjak pintu syurga. .


Iklan

1 Response to "Jalan cinta para pejuang :)"

“…barisan yang rapi seperti bangunan yang kokoh.” (QS. 61: 4)

sekilas ga nyambung, yang satu ngomongin keindahan (rapi), yang satu ngomongin kekuatan (kokoh)
tapi emang seharusnya begitu: kokoh dan rapi =D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Assalamualaikum wrwb…

Ahlan wa Sahlan ya Akhi, ya ukhti... semoga bisa bermanfaat untuk semuanya^^

demi masa

Februari 2010
S S R K J S M
« Sep   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Nutrisi Jiwa

Allah tak pernah menjanjikan hari-hari kita berlalu tanpa sakit,berhias tawa tanpa kesedihan,senang tanpa kesulitan.. Tetapi Allah menjanjikan kekuatan kepada kita,untuk dapat melewatnya, selama kita ber-husnuzan kepadaNya..

Status

berusaha sabar dan ikhlas^^..
Iklan
%d blogger menyukai ini: