Najmulhayah's Blog

Medis di Era Kegemilangan Islam

Posted on: Februari 8, 2010

Menikmati minggu pagi yang tentram,, jarang-jarang nih punya hari libur,,menikmati masa pensiun di usia senja ini,, hehe.. Ups,, Faizaafaraghta fanshab, benar sekali,, setelah selesai suatu urusan maka bersiaplah berjuang untuk hal lain.. Tapi entah kenapa hari ini lagi pengen menikmati masa pensiun sejenak, mudah2an mendapat semangat dan amunisi untuk berjuang  lebih keras lagi untuk hari esok, mengingat PR yang sangat banyak sebagai hamba Allah yang diamanahkan untuk menjadi khalifah fil ard,, tentu  tidak bisa hanya berdiam diri saja kan??!

Back to topic,,  sembari menikmati pagi,, tiba2 terlihat sebuah Koran yang tergeletak di meja, menarik jiwa saya yang merasa malu karena tidak up date dunia luar ini untuk meraihnya dan membaca isinya..  seolah mengetahui calon profesi saya, halaman pertama yang terbuka membuat saya  menyunggingkan senyum karena tertarik sangat untuk membaca isinya.. tentang apa coba?? ALL about  Kedokteran dalam  Islam.. hemmmm,, menarik sekali.. 🙂

Banyak sekali riwayat dari Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan penyakit dan obat penyembuhnya. Dalam satu kesempatan, Nabi Muhammad bersabda , “ Tidak ada satupun penyakit yang diciptakan oleh Allah, kecuali Dia juga telah membuat obatnya.”

Dalam hadist lain dikatakan ,

“Berobatlah karena Allah tidak menurunkan penyakit tanpa menyediakan obat atasnya, kecuali satu penyakit, yaitu usia tua.” Sabda beliau lainnya, “Dialah yang menurunkan penyakit dan Dia pula yang menurunkan obatnya.”

Sejumlah riwayat itu melecut semangat umat islam sepeninggal nabi  SAW untuk meneliti setiap jenis penyakit  serta mencari  metode penyembuhannya. Tak mengherankan dalam kurun waktu relative singkat, ilmu kedokteran di dunia islam berkembang pesat. Inilah salah satu pilar penting peradaban islam di era kejayaannya. Tokoh medis pun bermunculan di kota2 islam bak jamur di musim hujan.

Tercatat ada nama Al-Razi (wafat 930 M) yang digadang-gadang sebagai ahli kedokteran terbaik pada abad pertengahan. Ilmuwan yg di kenal di barat dengan nama Rhazes ini menemukan saraf pangkal tenggorokan. Ia  juga berhasil mengidentifikasi jenis penyakit cacar dan campak. Penemuannya itu ia tulis dalam sebuah risalah dan diakui sebagai karya ilmiah pertama yang  menguraikan penyakit  cacar dan campak secara detail.

Lahir pula ahli kedokteran yang menulis kitab fenomenal, Al-Qanun fi at-Tibb. Dialah ibnu Sina yang dikenal di barat dengan nama Avicenna. Kejeniusannya diakui di dunia timur dan barat. Tak tanggung-tanggung, ia dijuluki Aristoteles dari Timur.

Ada pula Abu Al-Qasim al-Zahrawi atau Albucacis. Ia dikenal sebagai ahli Bertama di dunia Islam. Afzalul Rahman dalam buku berjudul Muhammad sebagai Pecinta Ilmu  menyebutkan Albucacis telah menorehkan prestasinya saat melakukan bedah. Termasuk bedah kandungan yang paling sulit sekalipun.

Prestasi gemilang juga ditorekan oleh ibnu Juljul, seorang ahli pengobatan herbal dari Kordoba,yang berhasil mengembangkan obat-obatan herbal warisan Yunani. Dalam karya-karyanya ia menjelaskan sifat-sifat tumbuhan serta mengungkapkan efek yang ditimbulkan  dari penggunaaan tumbuh-tumbuhan itu bagi tubuh manusia.

Bersama dengan munculnya ahli2 medis  yang sangat banyak jumlahnya, di bangun pula lembaga2 kesehatan berupa klinik ataupun rumah sakit. Rumah sakit pertama dalam peradaban islam di bangun oleh Khalifah Al-Walid dari dinasti Umayyah.

Hebatnya lagi RS Islam sejak dini sudah memerhatikan asas etika moral, baik pasien maupun dokternya. Afzalur Rahman menjelaskan, Rumah sakit besar Al-Manshur yang didirikan di Damaskus pada tahun 1284 merupakan rumah sakit terbuka untuk semua lapisan masyarakat. Kaya atau miskin, laki2 atau perempuan, bangsawan atau rakyat jelata, semuanya mendapatkan pelayanan yang baik. Rumah sakit ini memiliki bangsal yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Satu bangsal dibuat terpisah khusus penderita penyakit mata, khusus penderita demam, khusus sakit saluran cerna, dan ada ruang untuk bedah. Tersedia pula beberapa ruang tambahan yang dimanfaatkan untuk dapur, ruang kuliah apotek, dan lain sebagainya. Yang juga mengagumkan dari system Rumah sakit islam ini, adalah mekanisme perawatan, dimana pasien perempuan akan dirawat oleh perawat perempuan, demikian juga sebaliknya..

Lengkapnya saran dan prasarana Rumah Sakit tersebut disempurnakan dengan etika kedokteran islam. Perumusan etika kedokteran ini menjadi lebih mantap pada era Dinasti Turki Utsmani. Dokter2 di era turki Utsmani harus berpegang teguh pada prinsip kesederhanaan atau kesopanan, kepuasan,harapan, dan kesetiaan.

Dalam prinsip Kesopanan (kesederhanaan), seorang dokter harus menyadari  bahwa dirinya adalah khalifah tuahn yang bertugas menolong proses penyembuhan pasien. Seorang dokter hanyalah sarana, sedangkan penyembuh nyata adalah Allah SWT.

Di samping itu, seorang dokter harus melawan uang yang bukan haknya,dengan alasan pengobatan. Etika yang ditetapkan menuntut seorang dokter agar menahan diri untuk tidak menjadi ambisius dan tekun mengumpulkan harta.

Seorang dokter juga diwajibkan melanjutkan pengobatan kepada pasiennya selama dia mampu, yaitu merawat pasiennya secara jujur dan tidak mengenal putus asa. Demikianlah semangat umat islam kala itu berbuat untuk manusia dan kemanusiaan.  Mereka jauh dari ruh persaingan yang memperebutkan keuntungan material. Namun berlomba menuju kebaikan dalam bingkai keimanan yang ditanamkan Rasulullah SAW.

Subhanallah,, ternyata Kedokteran sudah banyak dikuasai oleh tokoh2 muslim sejak dulu, bahkan banyak pula yang menerbitkan buku yang menjadi referensi bagi pendidikan2 kedokteran di dunia.. tapi sekarang, kok kayaknya susah sekali cari buku karya ilmuan muslim,, atau mungkin tidak ada 🙂 ..

Ayo,, akhwat-ikhwan sekalian,, ayo kita bangkitkan kembali nama Islam di dunia Kedokteran, dan di dunia Ilmu Pengetahuan.. Karena majunya suatu bangsa mau tidak mau ditentukan oleh tingkat pendidikannya pula..  Kita bangun kembali para cendekiawan2 muslim, para ilmuwan2 muslim.. Kita tingkatkan semangat kita untuk menuntut ilmu dan mengembangkan ilmu kita..  Jangan sampai umat islam mendapatkan predikat pemalas dan bodoh, karena bukan itu yang dicontohkan baginda Nabi Muhammad SAW kita tercinta kan?? 🙂

Islam memang mencangkup berbagai sendi kehidupan, dan karena itu pula, berbagai sendi kehidupan kita pun harus  terhiasi oleh indahnya islam,, begitupun di bidang kedokteran ini,, Cara pengobatan, pencegahan,perkembangan ilmu pengetahuan, manajemen rumah sakit,dll  harus bisa terwarnai oleh indahnya islam.

Karena untuk itulah kita menjadi seorang dokter, untuk menggerakan roda dakwah, untuk membantu agama Allah melalui dunia Kedokteran..  not be a Doctor Muslim but be a Muslim Doctor.. J kita bukan menjadi dokter yang kebetulan muslim, tapi menjadi Muslim yang kebetulan mendapat amanah menjadi Khalifah fil Ard melalui dunia kedokteran..

Semangat untuk para pejuang muslim^^,, Ayo kita raih kembali masa kejayaan islam,, bismillah 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Assalamualaikum wrwb…

Ahlan wa Sahlan ya Akhi, ya ukhti... semoga bisa bermanfaat untuk semuanya^^

demi masa

Februari 2010
S S R K J S M
« Sep   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Nutrisi Jiwa

Allah tak pernah menjanjikan hari-hari kita berlalu tanpa sakit,berhias tawa tanpa kesedihan,senang tanpa kesulitan.. Tetapi Allah menjanjikan kekuatan kepada kita,untuk dapat melewatnya, selama kita ber-husnuzan kepadaNya..

Status

berusaha sabar dan ikhlas^^..
Iklan
%d blogger menyukai ini: