Posted by: najmulhayah on: Juni 3, 2010
Semoga cinta ini adalah cinta misi,bukan cinta nafsu.. Sehingga bisa membuatku lebih ikhlas dan bersabar dlm setiap prosesnya,dlm setiap penantiannya..
ya Allah, Maha Pemilik Cinta, aku titipkan satu cinta itu padamu,jangan kau hadirkan dulu saat ini,jadikanlah itu sangat indah suatu saat nanti.. ketika waktunya telah tiba.. Waktu yang paling tepat dengan seseorang yang tepat,yang telah Kau persiapkan sejak dulu..
titip satu cinta itu ya Allah, cinta yang akan membuatku semakin dekat dengan-Mu, cinta yang membuat Ia pun semakin dekat dengan-Mu.. Cinta yang membuat kami semakin mensyukuri betapa Luas nikmat dan karunia-Mu, dan membuat kami saling membimbing untuk mencapai ke-Ridho’an-Mu..
titip satu cintaku Ya Mushawwir,, cinta yang bisa menghasilkan sebuah keluarga yang sakinah, cinta yang bisa menciptakan sebuah rumah yang hangat yang akan menjadi tempat bangkitnya peradaban agama-Mu..
titip satu cinta itu Ya Malik, cinta yang darinya aku lahirkan para mujahid dan mujahidah yang tangguh.. yang senantiasa siap membela agama-Mu di garda terdepan.. Ksatria yang tidak pernah takut malawan musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh Rasul-Mu..
titip satu cinta itu ya Rabb, jagalah kami, bimbing langkah kami,, sehingga kami bisa sama-sama terjaga,dan akhirnya sama-sama mendapatkan yg terjaga pula..
titip satu cinta itu Ya Rahman, cinta yang dengannya aku bisa banyak belajar, dan ia pun bisa banyak belajar, sehingga kami bisa saling mengisi dan semakin berkembang karena cinta itu..
titip satu cinta itu Ya Waliyy,, bimbing langkahnya, mudahkan urusannya, luaskan rizkinya, dan jaga dia untuk tetap berada di jalan-Mu, mudahkanlah jalannya dalam menemukan aku disini..
titip cinta itu Ya Karim,, jadikan hidupnya senantiasa bermanfaat, dan jangan lengahkan ia dgn fana nya kehidupan dunia.. Semoga saat ini pun ia sedang berjuang di sana,senantiasa berjuang untuk menggapai Syurga-Mu.. Jadikan ia orang yang bersungguh-sungguh untuk kehidupan dunia dan lebih bersungguh-sungguh untuk kehidupan akhiratnya..
titip satu cinta itu Ya Ghaffaar,, jadikan ia orang yang selalu mempelajari agama-Mu, orang yang selalu menyeru kepada agama-Mu.. jadikan ia Murrobi yang terbaik untukku dan anak-anakku kelak, jadikan ia murobbi terbaik untuk keluarga dan masyarakat..
titip cinta itu Ya Hafizh,, jaga aku dan jaga ia sampai waktu yang Kau tetapkan tiba, dan jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang senantiasa bersabar dan bersyukur..
titip cinta itu Ya Rabb..
Amiin..
-Jatinangor 3 Juni 2010 20:03-
ditengah draft2 SOOCA
Posted by: najmulhayah on: Mei 8, 2010
Bismillahirrahmanirrahiim..
Tentu kita semua sudah banyak yg mengetahui, bagaimana perilaku atau sikap masyarakat terhadap kaum wanita pada zaman dahulu. Pada zaman sebelum islam datang, banyak sekali bangsa di dunia yang mendiskriminasi kaum wanita. Bertindah semena-mena, bahkan tidak memanusiakan wanita. Coba kita lihat contoh-contoh di bawah ini :
Wanita di mata Orang2 Yunani : mereka mengklaim kaum wanita sebagai najis dan kotoran dari hasil perbuatan syetan, bagi mereka, wanita sama rendahnya dgn barang jualan di pasar. Bisa di jual ke orang lain. Tidak boleh menggunakan hartanya sendiri.
Wanita dimata Orang2 romawi : Wanita tdk punya Ruh, Sering dituangkan minyak panas pada tubuhnya, dan diikat pada ekor kuda lalu dibawa lari sekencang-kencangnya.
Wanita di mata orang2 cina : mereka bebas menjual istrinya sebagaimana budak perempuan, dianggap barang peninggalan yg bisa diwarisi kalau suaminya meninggal.
Wanita di mata Orang Persia : saat sedang haid wanita di asingkan ke tempat yang jauh di luar kota, ga ada yg boleh menemuinya.
Wanita di mata Orang yahudi : ayah berhak menjual anak perempuannya, menganggap wanita sebagai laknat dan kutukan karena pernah menyesatkan nabi Adam.
Wanita di mata orang2 Arab :
Wanita tidak punya hak waris, ada makanan yg diharamkan hanya buat kaum wanita, tidak punya hak apapun dari suaminya, laki2 berhak poligami berapapun jumlahnya, Ibu tiri menjadi harta pusaka mendiang suaminya untuk anak2 suaminya, anak bisa meminta ibunya untuk jadi istrinya, sering menjadikan istrinya bahan taruhan.
Kalau seorang suami ingin punya anak yg hebat,ia akan menyerahkan istrinya untuk digauli oleh orang yg hebat. Jika seorang wanita ditinggal mati suaminya, maka dia harus berkabung selama setahun, tdk boleh bebersih, harus tampil kumal, dan di asingkan dlm suatu ruangan. Bahkan yg tidak asing lagi, banyak anak wanita yg dikubur hidup2 oleh orang tuanya, karena pada zaman tersebut masayarakat malu bila punya anak perempuan..
Beberapa hal di atas, juga tertera dlm beberapa surat dalam Al-Qur’an :
“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” ( Q.S An Nahl : 58-59)
“Dan mereka mengatakan: “Apa yg dlm perut binatang ternak ini adalah khusus untuk pria kami dan diharamkan atas wanita kami,” dan jika yg dlm perut itu dilahirkan mati, maka pria dan wanita sama2 boleh memakannya. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” ( Al-An’am : 139 )
Sungguh bisa kita lihat, betapa kejamnya perlakuan masyarakat zaman dahulu, sebelum adanya islam. Saat kondisi tersebut terus berkembang, dan semakin banyak kaum wanita yang teraniaya, Islam datang untuk melepaskan wanita dari belenggu-belenggu kenistaan dan perbudakan terhadap sesama manusia.
Islam memandang wanita sebagai makhluk yg mulia dan terhormat. Makhluk yg memiliki beberapa hak yg disyariatkan Allah. Di dalam Islam haram hukumnya berbuat aniaya dan memperbudak wanita. Dan, Allah akan mengancam orang yg berani melakukan perbuatan itu dgn ancaman siksa yg sangat pedih.. (Subhanallah, Allah baik sekali ya sama kita..
)
Islam memandang sama antara laki-laki dan perempuan, mereka sama-sama manusia, yg membedakan adalah keimanan.. kita bisa lihat dalam ayat berikut ini..
“Barang siapa yg mengerjakan amal2 shaleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yg beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.” ( An Nisa : 124 )
Islam sama sekali tidak menganggap wanita sebagai suatu bakteri yg mengandung penyakit dan juga bukan berasal dari hasil perbuatan syetan.
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” ( Al Hujurat: 13)
Islam begitu memuliakan wanita, dalam islam, kemuliaan dan kehormatannya dijaga dengan ketat. kita bisa melihatnya pada beberapa ayat Al-Qur’an yang Allah turunkan.
“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.” ( An Nuur : 4 )
Dalam islam, perempuan juga mendapatkan hak waris, bukan barang yang diwariskan seperti pada masa jahiliyah. Islam juga mengatur tentang Perceraian agar tidak mendzolimi para wanita. Pada Zaman Jahiliyah, wanita yang sedang haid benar2 di jauhkan secara keseluruhan, tapi tidak dengan islam. Dalam Islam ia sama2 saja dgn wanita lain, tidak dikucilkan, dan punya hak yang sama untuk berinteraksi.
Islam juga mengajarkan untuk menyayangi istri dan menghormati Ibu. Bahkan Rasulullah sendiri sangat menekankan agar umatnya berbuat baik pada ibunya masing2. Seperti tertera pada hadist berikut :
“Sesungguhnya Allah mengharamkan kamu berani kepada para ibu, menolak kewajiban, meminta bukan haknya, dan mengubur hidup2 anak perempuan. “
Sungguh, Islam itu layaknya pahlawan bagi para perempuan,
Umar Al-Faruq r.a mengatakan,
“ Demi Allah, pada zaman jahiliyah di mata kami wanita bukan apa-apa, sampai akhirnya Allah menurunkan apa yang harus Dia turunkan ttg mereka, dan membagikan apa yang harus Dia bagikan buat mereka “
Kita juga bisa menyimak, pengakuan salah seorang bangsa eropa bernama Guostav Loubon ttg pengaruh islam bagi kaum wanita :
“Sesungguhnya Islam telah memberikan pengaruh yg positive bagi peningkatan harkat kedudukan kaum wanita. Apa yg disumbangkan oleh islam itu jauh lebih banyak daripada apa yg diberikan oleh undang2 Eropa. Secara gamblang kita dapat melihat apa yg dilakukan islam dalam upayanya memperbaiki keadaan wanita di timur yg sebelum era Al-Qur’an nasib mereka sangat memilukan.”
Dengan adanya penghormatan terhadap wanita lah, akhirnya para wanita bangkit. Mereka menjadi sebagaimana manusia seharusnya. Mereka hadir sebagai sosok yang luar biasa. Mereka akhirnya memiliki hak untuk bisa turut berkarya. Mereka tumbuh sebagai sosok wanita sesuai yang di ajarkan islam. Patuh terhadap peraturan islam. Mereka pun memiliki hak untuk belajar.
Kita bisa lihat betapa banyak wanita-wanita hebat yang hadir zaman dahulu ketika datangnya Islam. Di mulai dari para Istri Rasulullah, putri beliau, para istri sahabat Nabi, dan banyak Shahabiyah lain pada zaman itu yang bersinar sebagai sosok wanita yg luar biasa.
Mereka menjadi backingan yang baik bagi suami mereka, sehingga suami mereka bisa berjuang dengan lebih optimal. Mereka menjadi pendidik bagi anak2 mereka. Sehingga anak2nya tumbuh dalam naungan Al-Qur’an. Mencetak kader2 dan mujahid-mujahidah yang tangguh. Memotivasi mereka untuk terus belajar,berjuang, dan bermanfaat.
Hingga saat itu bermunculanlah para pemimpin2 muslim yang Tangguh. Pada zaman tersebut, Islam bangkit, islam jaya, dengan wilayahnya yg semakin meluas, dengan umatnya yg semakin bertambah, dengan ilmuwan2nya yg bermunculan. Islam berhasil menguasai peradaban dunia. Menguasai bidang pendidikan, teknologi, Ekonomi,dan bidang2 lain.
Itu semua karena banyak tokoh2 hebat yg bermunculan. Dan tentu di balik setiap mereka, pasti ada minimal 2 orang wanita hebat, yaitu seorang Ibu yang mendidiknya dan seorang Istri yg senantiasa menyokong perjuangannya.
Bagaimana mungkin Ali bin Abi Thalib bisa menjadi pemimpin yang sederhana, jika siti Fatimah bukanlah seorang wanita yang qana’ah, jika siti Fatimah adalah wanita matre yg banyak tuntutannya.
Imam Syafii bisa menjadi Ulama besar dengan berbagai ilmu yg ia kuasai, karena sokongan ibunya agar ia terus mencari Ilmu, Ibunya yg mendorongnya untuk pergi ke tanah kelahiran nabi dan banyak mencari ilmu disana.
Bahkan Rasulullah pun bisa bertahan pada masa awal kenabiannya karena sokongan dari seorang istri yg luar biasa, yaitu Siti Khadijah.
Seorang laki-laki dengan idealism yang tinggi saat masih mahasiswa, Ia bisa kehilangan idealismenya ketika ia sudah berumah tangga, jika istrinya tidak bisa menjadi seorang partner yg baik. Seseorang yg anti korupsi pun, ada yang akhirnya terpaksa korupsi untuk membahagiakan keluarganya,karena Istri dan anaknya banyak yang menuntut.
Yah, Zaman dulu banyak bermunculan wanita2 hebat, sehingga muncul pula lah para laki2 hebat, yang akhirnya menjadikan islam berada pada puncak kejayaannya. Para wanita yang bangga dengan keislamannya. Para wanita yang memuliakan dirinya dengan aturan islam. Para Wanita yg menjadikan Al-Qur’an sebagai akhlaknya, menjadikan jilbab sebagai kehormatannya, dan senantiasa menjaga kemuliaan dirinya.
Hal tersebut membuat bangsa2 di Eropa gerah. Mereka tidak suka dengan kebangkitan agama Islam. Begitupun dengan bangsa yahudi. Mereka memiliki ambisi untuk menghancurkan kejayaan Islam. Mereka mengupayakan segala cara untuk bisa menjatuhkan islam. Hingga akhirnya mereka menyadari sesuatu yang menjadi kunci dari peradaban Islam. Yaitu WANITA..
Goldstone salah seorang Kristen mengatakan, “ Situasi timur tidak akan pernah tenang kalau hijab tidak segera direnggut dari wajah wanita kaum muslimin.”
Seorang Kristen lain bernama Zummer mengatakan, “Orang2 Nasrani tidak boleh putus asa. Sebab di dalam hati kaum muslimin benar2 telah berkembang kecenderungan yang cukup mencolok ke arah ilmu bangsa2 Eropa dan kepada kebebasan kaum wanitanya.”
Jean Paul Rou juga mengatakan, “ Sesungguhnya pengaruh barat yg terlihat di segala bidang dan dapat menguasai masyarakat islam memang lebih baik tidak perlu ditonjolkan. Biarlah yg menonjol gerakan kebebasan wanita.”
Itulah beberapa pernyataan dan rencana mereka yg busuk terhadap masalah wanita.
Ya, orang2 kafir merencanakan apapun, untuk bisa menghancurkan peradaban Islam, dan mereka membuat sasaran yang sangat tepat, yaitu Wanita.. Mereka kemudian dengan siasat yang licik, menggaungkan masalah Kebebasan Wanita. Dengan gencarnya mereka mempengaruhi para wanita, dimulai dengan cara yang halus.. Hingga tanpa para Wanita sadari, semua siasat mereka lambat laun mempengaruhi fikiran dan sikap para wanita Muslim.
Dimulai dari masalah Hijab, mereka berusaha menanamkan fikiran pada para wanita, bahwa hijab atau jilbab adalah suatu yang sangat mengekang kebebasan para wanita untuk berkarya. Masalah harta waris yang mereka keluhkan tidak adil,kemudian masalah poligami dalam islam yang mereka hasutkan bahwa itu sama saja menindas kaum wanita, masalah perbedaan hak wanita dan pria dalam bekerja atau berkarya di luar rumah, dan banyak masalah yang lain, yang mereka hasutkan pada diri dan fikiran para wanita muslim.
Mereka berupaya agar para wanita muslim, terpengaruh hingga akhirnya memberontak dari hukum Islam.
Kita bisa lihat beberapa hal yang mereka (orang kafir) atau kaum feminism berusaha tanamkan pada diri wanita muslim..
Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan di bawah ini :
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah, tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak. Dan memiliki hak bekerja atau berkarya di luar rumah yg lebih terbatas.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami, bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.
9. etc….
Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA “
Coba, pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)?
Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.
Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?
Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anaknya.
Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya?
Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu : isteri, ibu, anak perempuan dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suami, ayah, anak lelaki dan saudara lelakinya.
Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu : shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.
Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat pada suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.
Doa wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah S.A.W. akan hal tersebut, jawab baginda: “Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”
Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang lelaki yang soleh.
Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah S.W.T. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah S.W.T. mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah S.W.T. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah S.W.T.
Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
Wanita yang memberi ASI kepada anaknya akan dapat satu pahala dari pada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.
Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.
Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.
Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.
Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dianggap sebagai mati syahid.
Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo (2½ thn), maka malaikat-malaikat dilangit akan khabarkan berita bahwa syurga wajib baginya.
Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis karena takutkan Allah S.W.T. dan orang yang takutkan Allah S.W.T. akan diharamkan api neraka keatas tubuhnya.
Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang menutupi auratnya di dunia ini dengan istiqamah.
Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita ….kan?
Kita bisa lihat, bahwa semua yang Allah atur untuk semua Wanita Muslim, bukanlah untuk menindasnya, bukan untuk mengekangnya, tapi semata-mata untuk memuliakan kita sebagai seorang wanita. Semua yang Allah syaria’tkan, itu semata-mata untuk menjaga kita, menjaga kehormatan kita.
Tapi pada akhirnya, masih banyak para Wanita yang tidak menyadari itu dan terpengaruh oleh pemikiran2 yang digencarkan oleh Musuh-musuh Islam tersebut.
Ingat firman-Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai kita ikut / tunduk kepada cara-cara / peraturan buatan mereka.
“Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya.”
(At-Thariq 15-16 )
Maka kita, sebagai wanita Muslim,, Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala hukum/peraturannya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan/hukum buatan manusia.
Mereka, para musuh Islam, sengaja menjadikan para Wanita Muslim sebagai target utama mereka, mereka pertontonkan aurat wanita, mereka berikan gambaran2 yang mengundang syahwat bagi kaum laki-laki, sehingga para laki2 pun kehilangan produktivitasnya.. Mereka banyak memberi pengaruh buruk lewat Film, Fashion, dll..
Sehingga para wanita lupa akan peran utamanya.Mereka juga mempengaruhi para wanita untuk lebih senang bekerja di luar rumah daripada mendidik anak2nya di rumah. Mereka juga menanamkan fikiran bahwa kaum perempuan dan laki-laki harus memili hak yang sama untuk berkarya di luar rumah..
Padahal, kita bisa simak, pengakuan salah seorang Ilmuwan berkebangsaan Inggris bernama Samuel Simels, salah seorang yg menjadi sendi bagi kebangkitan negeri tersebut, dengan jujur pernah mengatakan :
“Sesungguhnya system yg mengatur supaya wanita sibuk bekerja di luar rumah atau di Industri2, sekalipun hal itu menjanjikan kesejahteraan, namun ia juga dpt berakibat merobohkan mahligai rumah tangga. Soalnya system itu menyerang langsung pada rangkanya, merobohkan pada sendi2 keluarga, mengoyak-ngoyak berbagai ikatan sosial, dan merampas istri dari suaminya, anak2 dari kaum kerabatnya..”
Itu karena indutstri2 tersebut justru membuat kaum wanita harus melepaskan kewajiban2 mulianya, mengorbankan anak2nya yg tumbuh tanpa sentuhan pendidikan dan perhatian yg menyebabkan mereka terlempar di sudut2 kesepian seraya kehausan akan kasih sayang seorang Ibu.
Kita bersama tau, bahwa Ibu adalah madrasah utama bagi anak2nya, Ibu yang membangun kepribadian dan karakter yg baik bagi anak2nya. Di balik para pejuang atau pahlawan yang hebat, ada seorang Ibu yang kuat. Dibalik para Ulama dan para Sahabat2 Rasul pada zaman dahulu, ada wanita2 hebat di belakang mereka, yang senantiasa membina mereka. Itu yang akhirnya menjadi kunci bangkitnya peradaban Islam saat itu.
Karena itu, cara ini, juga mereka, para musuh2 islam gencarkan pada para wanita muslim. Mreka ingin agar kita lebih senang bekerja daripada mendidik langsung anak2 kita. Dengan ini, banyak anak2 yang akan terjebak pergaulan bebas, yang broken home, yang ga diajarkan Al-Qur’an dari kecil, hingga zaman sekarang sedikit sekali anak2 yang bisa hafal Al-Qur’an. Padahal masa anak2 adalah masa paling mudah dalam menghafal.
Mereka ingin agar generasi2 penerus islam, tidak mendapatkan pendidikan yang layak atau pembinaan yg benar dari Ibunya. Sehingga tidak ada yg bisa meneruskan estafet bangkitnya peradaban islam. Terbukti sekarang, Islam tidak lagi memegang kunci peradaban dunia, banyak ilmuwan2 yang bermunculan bukan dari kalangan Islam. Roda ekonomi,politik, pendidikan, kesehatan, sudah tidak lagi di pegang oleh Islam, itulah bukti keberhasilan mereka dalam mempengaruhi kita.
Padahal kita bisa tahu betul, bagaimana hebatnya wanita2 yahudi mendidik anak2 mereka.. ibu2 yahudi sangat lihai dan fokus dlm mendidik anaknya untuk membenci rakyat palestina dan terbiasa membunuh dan menyakiti anak2 kecil yg lemah..
Coba, kita bisa bayangkan sebagaimana kuat tarbiyah ibunya pada anak2nya, sampai ketika dewasa, bangsa yahudi tidak memiliki kasihan sedikitpun saat menyakiti anak2 dan membunuhi orang2 palestina..
Sejak anaknya masih dalam kandungan mereka banyak belajar juga, agar anak2nya menjadi cerdas. Ketika anak2nya lahir, mereka focus mendidik mereka. Sehingga Kita bisa lihat, banyak sekali sektor2 kehidupan yang dikuasai orang2 yahudi sekarang.
Sudah selayaknya kita juga mnjadi Ibu yg lihai dan fokus dlm mendidik anak2 kita sehingga bisa mnjadi prajurit Mujahid dan Mujahidah Allah yg tangguh yg siap mempersembahkan hidupnya untuk bangkitnya kejayaan Islam.. Mengembalikan tonggak peradaban Islam. Kita juga harus bangkit, dan jangan mau kalah sama mereka.
Karena itu akhwat yang InsyaAllah selalu disayang Allah, kita sudah tau bagaimana dulu posisi wanita di masyarakat, dan kita juga sudah tau bagaimana derajat kita menjadi tinggi dan kedudukan kita menjadi luhur setelah datangnya Islam.. Kita sudah tau bagaimana Islam senantiasa menjaga dan memuliakan kita.. Bukankah kita dianggap makhluk2 yg hina dan diperbudak sebelum islam datang??
Apa kita akan mengikuti fatamorgana tersebut dan kembali mati kehausan setelah sebelumnya kita berlimpahan air??
Karena itu. Kuatkan keyakinan kita, jangan sampai kita terpengaruh oleh niat2 jahat mereka.. kita adalah Wanita,yang merupakan kunci dari sebuah kebangkitan peradaban, kunci dari lahirnya para Ulama dan Ilmuwan.. dan kita adalah Wanita Muslim,kunci dari bangkitnya kembali peradaban Islam.
Ketika mereka para musuh-musuh Islam menyadari kunci itu, menyadari potensi itu untuk menghancurkan islam, maka kita pun harus bangkit dan menyadari potensi itu, untuk meraih kembali masa kejayaan Islam..
Bagaimana caranya?? Kembalilah pada islam, bagaimana cara islam mengajarkan kita,bagaimana cara islam memposisikan wanita, dan bagaimana wanita seharusnya menurut islam.. Maka, kau akan menjadi wanita luar biasa, wanita yang dimuliakan, wanita yang menjadi tonggak peradaban, wanita yang dicinta dunia dan dirindu syurga..
Tunjukanlah pada dunia, pada mereka semua, pada musuh2 islam, bahwa :
“I’m a Women, and I’am a Muslimah..”
Dan katakana pada mereka,,
“Saya yakin pd aturan Islam terhadap saya, karena saya yakin itu semua Allah berikan untuk menjaga dan memuliakan saya,,karenanya percuma saja kalian mau mempengaruhi fikiran saya, krn bagaimana mungkin saya akan mengikuti fatamorgana kalian dan terjebak dlm nikmat sesaat yg berakhirat derita,jika islam telah mengangkat derajat saya dan menjanjikan sesuatu yang lebih indah untuk saya dan muslimah-muslimah yang lainnya.. ”
Wallahua’lam bishawab…
Posted by: najmulhayah on: Maret 30, 2010
..Hanya kepada Allah lah manusia bergantung dan berserah diri..
kau datang dalam hidupku,
Mengisi ruang kesepian,
Mengobati kekosongan jiwa,
kau hadir dalam hidupku,
Bagaikan hujan yang mengguyur sang Bumi,
Ia datang tiba-tiba,
Tanpa aku sadari,
Memberikan kesejukan
Menggemburkan tanah dan ladang,
Lalu dia pergi
Hilang..
Hanya meninggalkan bekas hujan
Meninggalkan genangan air
Ya, semua datang dan pergi,
Meninggalkan kenangan masing-masing
Baik itu pahit dan sakit
Maupun menyenangkan
Hingga aku sadari
Tidak ada yg pernah abadi
Tidak ada yg selalu bersedia di sisi
Menemani hari-hari sepi
Hingga aku sadari
Hanya Kau tempat ku bergantung
Hanya Kau yang senantiasa ada
Untukku mengadu
Untuk ku bercerita
Untuk menemani hari-hari sepi
Yang sunyi bagai tak ada penghuni di bumi
Selain aku dan Kau..
Kau yang selalu terbuka
Untukku berdoa
Untukku berharap
Untuk selalu di sisiku
Menemani setiap kekosongan jiwa
Mengisi setiap ruang kesepian
Untuk memberikan semangat
Memberikan arah, di saat ku mulai goyah
Rabbi, jangan Kau tinggalkan aku,,
Aku tak perduli,
Satu-persatu dari mereka pergi,
Aku tak peduli,
Asal Kau tetap di sini,
Di hati yg lemah ini..
Mengingat kembali perjalanan hidup selama 21 tahun ini,
Mengingat semua peristiwa yang terjadi,,
Peristiwa-peristiwa indah yang membuatku tersenyum mengingatnya,
maupun peristiwa-peristiwa pahit yang membuatku terkadang kembali menangis..
mengingat kembali setiap orang-orang yang pernah hadir,
mengisi indahnya hari-hari yg sedang aku jalani, namun tak berapa lama, meraka kembali pergi..
semua orang di kehidupan kita akan selalu datang dan pergi,
berganti lingkungan, maka individunya pun akan senantiasa berganti,,
mengingat kedekatan dengan teman-teman di SD, SMP, SMA,
mereka semua pernah mengisi hari-hariku, menjadi teman yg senantiasa ada, menjadi tempat cerita yang nyaman, menjadi rekan untuk belajar dan kawan untuk bermain.
Namun tak berapa lama, semua kembali berganti..
Karena jarak tak kembali merestui, untuk bisa selalu bersama..
Walau ajang reuni terkadang bisa mengobati, tapi tetap ada yg terasa beda, karena setiap manusia pun akan berubah.
Begitupun ketika sampai di bangku kuliah,
Mengingat kelompok tutor yg senantiasa berganti,
Dan waktu kosong yg tidak selalu sama
Semua pun akhirnya kembali datang dan pergi
Kadang merasa begitu dekat, tapi tiba-tiba merasa jauh, bahkan untuk bercerita pun menjadi sulit.
Ketika ada seseorang yg benar-benar membuatku merasa nyaman, merasa aman, merasa senang, akhirnya pun kembali pergi,karena sebuah alasan.
Pergi bahkan tanpa ada lagi komunikasi..
Bahkan orang tua yang senantiasa ada,
Saat mata ini terbuka di pagi hari,,
Kini mereka terasa jauh..
Dan bahkan suatu saat pun,
Mereka mungkin akan benar-benar meninggalkan kita..
Di tengah kesendirian, sangat terasa di hati ini, bahwa dalam kehidupan tidak pernah ada yg abadi.
Bahwa bergantung pada manusia, tidak akan memberikan rasa aman,
Karena kita nggak pernah bisa menjamin,
Dan mengatur hati manusia,
bila nama kita tak lagi hadir di hatinya,
maka tidak bisa dipaksa untuk kembali hadir,
bila kita bukan teman yg diharapkannya,
maka kita pun tak akan pernah bisa memaksa,
setiap orang punya hak masing2,
untuk merasa nyaman pada kita, lalu tiba2 pergi karena sebuah alasan.
Karenanya, jangan gantungkan diri kita pada manusia,,
Sekalipun pada orang tua kita sendiri,
Karena kita tidak akan pernah bisa merasa aman sepenuhnya..
Semuanya akan datang dan pergi,,
Tanpa bisa kita atur,,
Karenanya, senantiasa gantungkan diri kita,
Hanya pada Dia yang senantiasa ada..
Yang tidak akan pergi meninggalkan kita,
Selama kita masih mau bergantung padaNya,
Masih menjadi hambaNya yang senantiasa mencintaiNya
Dan senantiasa mendekatkan diri padaNya,,
Rasulullah SAW Bersabda,
“Allah SWT berfirman,’Barang siapa mendekat kepada-Ku sejengkal,maka Aku pun mendekat kepadanya sehasta, Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku sehasta,maka Aku pun akan mendekat kepada-Nya sedepa, Barang siapa yang datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku pun datang kepada-Nya dengan berlari..” (HR Muslim)
Posted by: najmulhayah on: Maret 24, 2010
Bismillahirrahmanirrahim,,
Akhwat shalihah yg dimuliakan Allah,,
Ingatkah kita akan kejadian zaman dahulu kala. Ketika posisi wanita sangat rendah di mata masyarakat. Banyak orangtua yang malu,jika dikaruniai seorang anak perempuan. Bahkan tanpa belas kasihan, mereka pun mengubur putri mereka hidup-hidup. Saat itulah, Islam datang bagaikan pahlawan. Islam mengajarkan kita semua untuk memuliakan kaum wanita. Banyak sekali ayat-ayat Allah yang mengajarkan kepada kita dan menerangkan kepada kita tentang kemuliaan seorang wanita.
Benar saudariku,, wanita adalah makhluk Allah yang sungguh mulia. Allah begitu menjaga kita agar senantiasa menjadi sosok muslimah yang dirindu syurga. Tapi terkadang kita terlalu buta untuk mau memahami maksud Allah dari setiap ajaran-Nya. Banyak dari kita yang menodai kemuliaan diri kita sendiri karena hawa nafsu kita.
Setiap apa yang Allah ajarkan kepada kita,adalah senantiasa agar kita tetap menjadi seorang wanita yang terjaga, yang mulia, yang terhormat. Tapi terkadang kita merasa itu sebagai sebuah kekangan bagi kita. Tidak sedikit yang merasa berat dan akhirnya jatuh kepada bujuk rayu fatamorgana dunia.
Allah telah menciptakan kita begitu sempurna, begitu indah. Karena itu, Allah juga khawatir, keindahan kita bisa menjadi boomerang buat kita, sehingga menjadikan kita sebagai mainan bagi para laki-laki, menjadi pemuas hawa nafsu mereka, sedang kita tahu, bahwa nafsu seperti itu adalah nafsu syaitan. Karena itu, Allah mengajarkan kita untuk senantiasa menutup aurat kita. Agar kita senantiasa terjaga, senantiasa terlindungi, dan agar kita bisa mempersembahkan keindahan itu hanya pada pendamping kita kelak.
Allah mengajarkan banyak hal pada kita, untuk senantiasa memuliakan diri kita sendiri, menjaga diri kita sendiri, sehingga kita bisa menjadi wanita yang terjaga iffah dan izzahnya. Menjadi muslimah yang dimuliakan baik di dunia maupun di syurga-Nya.
Allah juga mengajarkan kita untuk menjadi muslimah yang seimbang, yang menyeluruh, yang kaffah. Sebagaimana seorang hamba Allah yang lain, kita tidak hanya dituntut untuk menyempurnakan ibadah kita, tetapi kita juga diajarkan untuk menyempurnakan muamalah kita. Kita tidak hanya dibina untuk Hablumminallah yang baik tetapi juga hablumminannash yang baik.
Kalau kita mau melihat lebih jauh, tentu banyak fenomena-fenomena yang aneh di sekitar kita,, banyak muslimah yang memahami suatu ajaran dengan baik, tapi tidak memahami ajaran yang lainnya.
Sebagai contoh, kita bisa menyaksikan seorang wanita muslimah yang shalehah, melaksanakan syiar-syiar Islam. Namun, tidak menghiraukan kesehatan dan kebersihan mulut dan dirinya. Tidak peduli dengan kesehatan dan aroma yang keluar dari mulut atau tubuhnya. Padahal kita tau, bahwa Allah juga cinta kebersihan.
Contoh lain, kita dapati ada seorang muslimah mencurahkan perhatiannya pada ibadah tapi tidak memiliki pandangan yang benar tentang Islam yang menyeluruh, ‘bagaimana Islam menyikapi alam, kehidupan dan manusia.’
Ada yang semangat belajar Islamnya baik. Antusias menghadiri majelis-majelis ilmu, tapi tidak menjaga lisannya dari ghibah (menggunjing) dan namimah (mengadu domba).
Ada yang hubungan pribadinya dengan Alloh Subhanahu wa Ta’ala baik, tapi tidak menjaga hubungan baik dengan tetangga dan teman-temannya.
Ada Yang hubungannya dengan teman-teman dan tetangganya baik tapi tidak melaksanakan dengan baik hak-hak orang tua. Kurang-kalau tidak dikatakan sama sekali tidak-mereka dalam berbakti kepada kedua orang tuanya.
Ada yang berbakti kepada kedua orang tuanya tetapi tidak memenuhi hak-hak suaminya. Tampil dengan dandanan indah saat menghadiri pertemuan-pertemuan dengan para wanita tetapi tidak pernah memperbaiki penampilannya di depan suaminya.
Ada yang berbakti kepada suaminya tetapi tidak membantu suaminya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Atau tidak mendukung suaminya untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan beramal shaleh.
Ada yang berbakti kepada suaminya tapi kurang memperhatikan pembinaan dan pembentukan kepribadian anak-anaknya. Kurang memperatikan perkembangan kejiwaaan dan akal mereka. Kurang memperhatikan lingkungan sekitarnya yang memberikan pengaruh kepada putra-puterinya.
Ada yang silaturahim terhadap keluarganya baik, tapi hubungannya dengan lingkungan sekitarnya tidak baik. Sibuk dengan urusan pribadinya. Tidak peduli dengan persoalan kaum muslimin dan muslimat.
Ada yang memperhatikan persoalan pribadi dan umat islam tetapi kurang memperhatikan pengembangan pengetahuannya. Tidak menambah pengetahuannya dengan belajar dan terus membaca.
Ada yang sibuk dengan belajar tetapi mengabaikan urusan rumah tangga, putera puterinya dan suaminya.
Hal Ini kadang-kadang terjadi dikarenakan muslimah tidak peduli atau tidak memiki pandangan yang utuh tentang Islam. Pandangan yang menyeluruh tentang manusia, kehidupan, dan alam sekelilingnya. Muslimah hanya memerankan satu aspek dengan baik, tapi tidak aspek lainnya.
Kalau mau dilihat, banyak sekali peran yang dimiliki seorang muslimah. Sebagai hamba Allah yang sudah seharusnya untuk taat, sebagai khalifah di bumi-Nya, sebagai seorang anak, sebagai seorang istri, sebagai seorang Ibu, seorang tokoh masyarakat, seorang da’iyah, dan peran-peran lainnya.
Setiap peran itu seharusnya bisa dimainkan secara seimbang. Al-Qur’an dan hadist telah banyak mengajarkan kita bagaimana perilaku kita dalam menjalani setiap peran itu,dan ilmu mengenai berbagai peran tadi pun harus bisa dipelajari secara seimbang. Sehingga kita sebagai muslimah bisa menjalankan setiap peran itu dengan baik. Dan tentunya tujuan akhir dari setiap peran itu adalah untuk mencapai Ridha Allah SWT. Mengantarkan kita pada kesuksesan di dunia dan keberuntungan yang sangat besar di hari kemudian.
Semua ini yang telah digariskan oleh Islam dalam Al-Qur’an dan sunnah akan mengantarkan seorang wanita muslimah mendapatkan kepribadiannya yang asli. Kepribadian yang sejalan dengan fitrahnya. Kepribadian yang sesuai dengan yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Sehingga melahirkan wanita muslimah yang unggul, mulia dan istimewa dalam perasaan, pemikiran, prilaku dan hubungannya. Wanita yang senantiasa mulia dalam setiap aspek kehidupannya.
Tidak kah kita ingin bisa menjadi wanita-wanita yang senantiasa dimuliakan dan memuliakan dirinya?? Tidak kah kita ingin menjadi seperti wanita-wanita pendahulu kita, yang bahkan ketika nafasnya masih berhembus pun sudah dijanjikan keindahan syurga??
Menjadi seperti Ibunda Khadijah,Aisyah, Fatimah, Maryam, dan shahabiyah lainnya??
Teringat pula akan kisah dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata,
Ibnu Abbas berkata padaku,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”
Aku menjawab, “Ya”
Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’
Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’
Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.
Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu?
Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?
Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?
Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam. Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada apa-apanya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.
Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.
Saudariku, jadilah kita muslimah sejati, muslimah yang senantiasa dimuliakan. Yang hatinya senantiasa di liputi ketaatan,yang akhlaknya mencerminkan Al-Qur’an, sikapnya disenangi banyak orang, dan hidupnya penuh kebermanfaatan. Jadilah kita wanita mulia, yang dari rahimnya lah lahir generasi2 rabbani, dari bimbingannya lah muncul pahlawan2 peradaban, dari pengorbanannya lah hadir mujahid-mujahidah yang tangguh.
Karena itu saudariku, berjuanglah, bertekadlah, dan tunjukkanlah bahwa kita bukan muslimah sembarangan. Jangan sampai kita terlena oleh fatamorgana dunia. Kita harus senantiasa bangga dengan jati diri kita, sebagai seorang muslimah. Tentu kita juga tidak ingin hanya menjadi manusia biasa, kita harus bisa menjadi muslimah yang sesungguhnya. Muslimah yang kaffah, yang menyeluruh, sehingga kita bisa menjadi wanita yg di cinta dunia dan dirindu syurga.
Tunjukkanlah saudariku, tunjukkanlah pada dunia, pada seluruh alam semesta, agar semuanya menyaksikan, bahwa kita adalah seorang MUSLIMAH!!
Posted by: najmulhayah on: Maret 2, 2010
Sambil mengisi waktu, di tengah tak berdayanya tubuh untuk di ajak beraktivitas^^,, mungkin Allah memang sedang menyuruh untuk istirahat
, akhirnya hanya bisa terkulai lemas sambil mencoba merangkai kata, mengulangi rekaman kejadian tepat 3 hari yang lalu, saat hari bahagia saudara sepupuku Kania Adhiyanishita dengan suaminya Andhika.
Ya, hari itu, entah kenapa tamu tak diundang itu kembali hadir, ya, air mata itu kembali membanjiri wajahku di saat2 yang seharusnya aku tersenyum menghadiri akad nikah sepupuku. Entah sudah berapa kali, aku menangis saat mengikuti akad nikah saudara2 ku. Aku sendiri tidak yakin benar apa alasan yg membuat akhirnya air mata itu kembali terjatuh.
Aku hanya merasa suasana itu begitu syahdu, begitu mengharukan, begitu suci dan begitu mengikat. Aku merasa akad nikah adalah sesuatu yang sangat sakral. Di saat itulah sang ayah, benar-benar melepaskan putrinya. Melepaskan putri yang selama ini di rawatnya, dididiknya, dijaganya dengan penuh rasa cinta dan kehati-hatian. Saat inilah sang ayah menyerahkan putrinya pada seorang pria yang telah dipilih, untuk menggantikan semua kewajibannya. Menjaganya, menafkahinya, mengayominya, dan mencintainya sepenuh jiwa dan raga.
Di dalam akad nikah inilah, terucap janji, untuk mengikat diri sebagai sepasang suami istri, yang saling menyayangi dan tidak menyakiti satu sama lain. Yang menjalankan kewajibannya masing-masing guna menciptakan sebuah keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah. Janji yang seharusnya selalu diingat, di saat hati mulai jenuh, di saat jiwa mulai bosan, disaat fisik mulai lelah, disaat cinta mulai pudar, janji inilah yang harus selalu diingat. Untuk kembali menguatkan diri, kembali merangkai cita, kembali membangun cinta.
Ya, aku rasa ini bukan air mata kesedihan, tapi air mata haru. Haru dengan semua prosesi sacral itu. Haru dengan prosesi pemindahtanganan semua tanggung jawab itu. Hati ini hanya menyimpan harap, semoga kelak tanggung jawab terhadapku bisa diserahkan ayahku ke orang yang benar2 tepat. Orang yang benar2 bisa menjaga janji pernikahannya pada ayahku sampai akhir hayat kami. Orang yang benar2 bisa menjaga tanggungjawab itu, dan menggantikan kewajiban ayahku dengan baik. Bisa senantiasa membimbingku menggapai Ridha-Nya,Melahirkan generasi2 mujahid, dan menjadi Murrobi terbaik yang akan mengajakku terbang ke syurga-Nya.. Amiin..
Semoga setiap suami istri senantiasa mengingat kembali janji akad nikahnya ketika menghadapi permasalahan apapun dalam rumah tangganya. Sehingga bisa kembali menguatkan hati, dan menyadari tanggungjawabnya masing-masing.
Setelah akad nikah, acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Pernikahan yang bernuansa pink itu sangat menarik hati untuk bisa men-copy paste itu suatu saat nanti^^.. Subhanallah loh, ternyata cocok juga loh, kalau pink dipadu dengan warna silver. Istrinya terlihat cantik, suaminya terlihat gagah. Inspiring banget lah,untuk mewujudkan cita2 menikah dengan busana pink,heheu^^..
Di pernikahan itu, bener2 latihan buat jadi pengantin. Berdiri lama mempersilahkan para tamu undangan yg mau memberi selamat, dan sampai para tamu habis,kita belum boleh duduk. Pengalaman yang unik juga, adalah setelah kita boleh berpencar. Waktu dulu, waktu kita masih remaja (ceritanya skrg udh dewasa^^),, aku sama saudara2 aku tuh pasti bareng2.. jadi pagar ayu bareng, terus berkeliarannya bareng, makannya bareng sambil ngobrol2. Nah sekarang, ketika semua beranjak dewasa dan udah punya pacar masing2, aku deh yang kebingungan. Setelah kita menyelesaikan tugas kita, ketika aku mau ajak saudara2 aku ambil makan, ternyata mereka sudah berpencar duluan dengan pacarnya masing2.. waduh, sedih juga, akhirnya aku berkeliaran sendiri, dan salam sana-sini kalau ada saudara yg aku kenal.
Hmm, sempet terbersit pikiran iseng, karena aku ga boleh pacaran, biar kalo saudara2 aku nikah aku ga sendiri lagi, gimana kalau aku juga cepet nikah aja yah??! Hihihi^^,, tapi logika kembali menyadarkan, huss2, kayak yg udah siap aja.. jadi istri dan jadi ibu itu bukan pekerjaan sembarangan harus dipersiapkan dengan matang. Apalagi aku nya masih kekanak-kanakkan kayak gini.. Tapi benar loh saudara2,, kalau kita mau mempelajari dan memahami lebih jauh,pekerjaan seorang ibu itu tidak main2, semakin dipelajari,aku jadi semakin merasa blm siap..
Tapi semoga ketika waktunya tiba, aku sudah cukup siap dan dewasa dalam menjalani dan menyikapi semuanya,, amiiin…. Ups,, udah ah,, jadi ngomongin itu.. saya kan masih keciiilll…^^..
Pokoknya,, Barakallah lah buat Uni Nia dan da Andhika,, semoga pernikahannya Barakah dan bisa membentuk keluarga yang sakinah,mawaddah,warahmah, melahirkan generasi2 yang shaleh dan shalehah^^,amiin^^..
Posted by: najmulhayah on: Februari 16, 2010
Ikhwatifillah,para pejuang Allah
,,
ditengah kesibukan yang kita lalui saat ini, ditengah hiruk pikuk kehidupan yang kita jalankan, di tengah nafsu-nafsu dunia yang terkadang melenakan, mari kita berdiam diri sejenak.. mari kita merenung kembali,bermuhasabah diri,tentang hakikat penciptaan kita sebagai seorang manusia..
Mengapa Allah menciptakan kita sebagai manusia, dan menjadikan kita makhluk yang bisa berfikir, membedakan mana yang baik dan buruk, dan menjadikan kita sebagai khalifah fil Ard, pemimpin di Bumi-Nya ini,, mari kita kembali merenungi sejenak ayat-ayat indah dari kitab suci Al Qur’an yang Allah turunkan kepada baginda kita Nabi Muhammad SAW,,
Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. ( Al Baqarah : 30 )
Allah menciptakan kita, manusia, sebagai khalifah di bumiNya ini, sebagai wakil Allah di bumi-Nya ini. Untuk menjaga buminya, dan mencegah kerusakan. Kita di amanahkan untuk menyebarkan kebaikan di bumi. Menyebarkan agamanya, menyampaikan keindahan ajaran islam.. Allah begitu percaya pada kita, bahwa kita, hamba-Nya, akan menjaga bumi-Nya dengan baik.
Apakah kita akan menjaga kepercayaannya, dengan menjadi wakil yang baik, hamba yang baik, atau kita melanggar janji kita pada Allah, dan mengingkari kepercayaan yang Allah berikan. Itu semua pilihan kita masing-masing, yang pasti setiap perbuatan yang kita lakukan akan ada balasannya..
Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barang siapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka. ( Al Fathiir : 39)
Untuk itu, sebagai hamba yang baik, sudah seharusnya kita menjaga kepercayaan itu.. dengan cara apa?? Dengan menyebarkan ajaran-Nya, menyebarkan kebaikan, kita diamanahkan oleh Allah untuk menyebarkan kebaikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar. Yaitu dengan cara berjihad di jalan Allah..
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih?
( As Saff : 10)
“(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,”
(As Saff: 11 )
Tahapan2 Jihad di jalan Allah itu sendiri ada 3 :
Karena itu, saudariku,, kita sebagai hamba Allah, yang menjadi khalifah fil ard, harus bisa menyebarkan kebaikan di bumi ini, salah satunya dengan jalan dakwah ini.. Karena percayalah, ketika kita mau berjuang membantu agama Allah, niscaya Allah juga akan memberikan kemudahan bagi kita..
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. ( Ali Imran : 104 )
Jangan ragu, jangan putus asa.. tetaplah yakin, bahwa ini memang jalan kita..
Ketika banyak cobaan menghadang, ketika banyaknya perampok jalanan, kembali mantapkan hati kita, bahwa memang inilah jalan kita..
Kembali semangati diri kita, ketika diri ini mulai merasa lelah, mulai merasa jenuh, mulai merasa malas, mulai merasa ingin mundur, merasa sendiri, ingat kembali janji Allah,,
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
( Muhammad: 7)
Percayalah saudaraku, ketika kita berjuang di jalan ini, maka Allah akan memberikan rahmat-Nya pada kita.. Percayalah bila kita senantiasa menolong agama-Nya, maka Allah pun akan menolong kita..
Tapi jangan lupa pula, ketika kita berniat menyebarkan kebaikan,akan lebih optimal ketika kita mengerjakan secara berjama’ah. Kita harus bisa bergerak bersama..
Kenapa??
Karena dengan bersama setiap pekerjaan akan terasa lebih ringan.
Akan adanya strategi-strategi dakwah yang bisa kita diskusikan bersama, potensi2 hebat dari masing2 individu akan dikumpulkan jadi satu,dan bisa menjadi gebrakkan yang lebih dahsyat.
Selain itu tidak akan ada overlap karena adanya pembagian tugas, pembagian wilayah kerja dan lain2..
Allah pun sudah mengajarkan kepada kita untuk bisa berjihad bersama, seperti yang tertera dalam ayat berikut,,
“Sesungguhnya Allah mencintai orang2 yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang kokoh..”
(Q.S 61:4),,
Membentuk barisan yang teratur bukan gerombolan, kita membentuk barisan yang kokoh. Bukan gerombolan yang berantakan, tanpa pemimpin, tanpa arahan gerak,dan tanpa tujuan.. Kita harus bisa membentuk suatu barisan yang teratur. Yang memiliki arahan, yang memiliki pemimpin, yang memiliki tujuan dan strategi untuk mencapainya.
Karena kebaikan , walaupun itu kebaikan kalau tidak terencana dengan baik akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir dengan baik.. karena itu kita harus bisa bergerak bersama. ayo para pejuang,kita luruskan kembali niat, atur kembali barusan, dan kokohkan kembali kekuatan^^..
Kita berkewajiban untuk menyeru, berjuang sekuat tenaga. Tapi untuk hasil itu urusan Allah. Kita nggak bisa memberikan hidayah pada seseorang,kita hanya berupaya agar Allah bisa memberikan hidayah pada dia.
Jadi janganlah terlalu bersedih kalau usaha kita belum mencapai target, yang terpenting kita berusaha terus semaksimal mungkin.. Tapi bukan berarti juga kita tetap diam saja,kita juga harus selalu mengevaluasi diri kita, apa yg salah dari kita. Jangan sampai hal itu melenakan kita, karena kita tetap mempunyai kewajiban untuk berjuang sekuat tenaga. Tetap tumbuhkan semangat pada diri kita^^..
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
( An Nahl : 125 )
Dalam melakukan penyeruan,haruslah dengan cara yang baik, bukan dengan kasar atau ancaman. Kita harus bisa menyeru dengan hikmah, berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah. Jangan sampai setiap orang merasa antipati dan terpaksa. Jangan sampai setiap orang melakukannya karena perintah atau takut.
Karena bukan itu tujuan kita. Kita mengajak orang untuk memahami islam, mencintai Allah dan Rasulnya. Bukan mengajak mereka beribadah, tapi hati mereka tidak ikut dengan ibadahnya..
Kita menyeru agar mereka bisa menghayati dan mencintai apa yang kita seru. Agar mereka bisa mencintai jalan yang mereka pilih. Kita bukan mengajarkan mereka untuk rajin shalat saja, tapi untuk mencintai shalat itu. Dengan demikian, dimana pun ia berada, ada atau tidak adanya kita, mereka tetap berpegang teguh pada prinsipnya.
Dakwah bukan management perusahaan tapi management hati, jadi dilakukan dengan berbagai pendekatan hati. Kita harus bisa mendapatkan hati mereka,dengan begitu akan lebih mengena ke saudara2 kita.. Kita harus bisa menyentuh hati mereka terhadap apa yang kita seru.
Selain itu, jadilah contoh yang baik untuk mereka. Jadilah bukti nyata dari ucapan kita, jadilah orang yang baik dan ramah, selalu membantu, yang ada ketika mereka butuh.. Karena kata-kata itu kehilangan makna dan kekuatannya karena muncul dari hati yang tidak meyakininya, Siapapun tidak bisa meyakini kata-kata yang diucapkannya sebagai suatu kebenaran kecuali jika dirinya menjadi contoh hidup dari ucapannya, dan perwujudan nyata dari kata-katanya. Karena itu, jadikanlah diri kita teladan dari setiap ucapan kita.
Selamat berjuang saudaraku, bantulah saudara kita untuk mengenal Allah dengan berdakwah. Jangan sampai kita menikmati indahnya islam sendirian.
Tapi ingat pula, untuk bisa berdakwah di jalan Allah, tidak bisa dengan kepala kosong. Kita pun harus senantiasa menambah ilmu pengetahuan kita. Kita akan senantiasa membutuhkan pembinaan diri. Karena itu jangan pernah lelah untuk belajar.
Selain itu, untuk mancapai keberhasilan dakwah yang optimal dan menyebar luas,jangan berkumpul di satu titik, menyebarlah, agar kebaikan itu semakin tersebar luas. Dakwah lewat apapun itu.
Jadi contoh yg baik di lingkungan, di awali dengan lingkungan terdekat. Keluarga,Angkatan, kampus, senat,bpm dll.. Inilah yang membuat kita membutuhkan strategi, strategi untuk menempati masing2 posisi. Dengan begini, kita bisa mencapai hasil dakwah yang lebih optimal.
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya
( At Taubah : 122)
Masing-masing dari kita mempunyai tempat sendiri untuk berjuang, dan untuk berdakwah, bisa lewat cara apapun. Bisa dilakukan dimanapun, dan kepada siapapun..
Jadi bergeraklah, menyebarlah, sebarlah kebaikan itu, sebarlah keindahan agama ini. Jangan pernah patah karena lelah.
Bergeraklah hingga kelelahan itu lelah mengejarmu. Yakin akan janji Allah, yakin akan pertolongan Allah..
Ingatlah, bahwa kereta dakwah akan terus berjalan dengan ataupun tanpa kita, karena itu, jangan sampai tertinggal. Jangan sampai kita gugur di tengah jalan, jangan sampai kita kehilangan kesempatan mulia ini..
Semangat ikhwatifillah, karena istirahatnya seorang muslim sejati adalah ketika ia telah menginjak pintu syurga. .
Posted by: najmulhayah on: Februari 16, 2010
Bertasbihlah cinta, terukir di hatiku..
Seindah samudera senja berkilau membentang..
Cinta yang sejati, yg tersandar di hati..
Berlabuh menepi satukan karena Ilahi..
Alam penuh doa menawar rindu kasih..
Munajatkan Maha Cinta di atas cinta..
Jika memang takdir cinta pasti bertemu..
Walau kau dan aku ada di ujung dunia..
Ketika cinta bertasbih,bagai cahya tak bertepi..
Anugerah terindah itu yg kuimpikan..
Harapan kutambatkan disetiap sujud malamku..
Tuhan bimbing cintaku, cinta karena Ilahi..
(Ketika Cinta Bertasbih)
Untuk seseorang yang belum pernah terbayang wajahnya,
yang belum aku tau sikapnya,
belum aku rasakan kasih sayangnya,
Ya Allah,, semoga Engkau selalu melindunginya, dan menjadikan apa yang terjadi pada kami nanti tetap sebagai bentuk rasa Cinta kami pada- Mu.. Semoga ayat-ayat cinta yang tertera dalam kitab suci Al-Qur’an itu selalu melindungi kami dari fatamorgana dunia ini..
Ya Allah, bimbing selalu langkahnya, mudahkanlah rizkinya, dan jadikanlah dia hamba-Mu yang shalih.. yang bersamanya aku akan mencetak para kader dakwah terbaik yang siap berjuang di jalan-Mu ini ya Allah..
Jaga dia ya Allah, jaga dia dari godaan nikmat dunia, jaga dia dari kelalaian dan kemalasan. Jaga dia dari syaitan yang berwujud manusia..
Jadikanlah dia hamba-Mu yang taat, hamba-Mu yang sabar..
Jadikanlah dia Murabbi yang terbaik untukku dan anak2ku kelak,
Jadikanlah dia Murabbi yang baik untuk keluarga,teman dan masyarakat..
Amiin..
Posted by: najmulhayah on: Februari 10, 2010
Posted by: najmulhayah on: Februari 9, 2010
Bismillahirrahmanirrahiim…
Sayyid Qutb mengatakan,
“Saya percaya kekuatan ilmu,juga yakin dengan kekuatan pengetahuan,namun jauh lebih percaya dengan kekuatan Tarbiyah(pendidikan)”
Iya, kekuatan terbesar untuk mencapai kesuksesan adalah pendidikan, kekuatan terbesar untuk menjadikan suatu bangsa yang Madani adalah pendidikan, dan kekuatan besar yang bisa membentuk peradaban islam yang di hormati dan di agungkan adalah yang kita sebut dengan pendidikan..
Karena Pendidikan lah Ibnu Sina, Ar-Razi, dan ilmuwan-ilmuwan muslim lain di beberapa abad lalu meninggikan martabat agama Islam. Karena usaha keras mereka lah nama Islam dikenal sebagai agama yang Rahmatan lil alamin.. Karya-karyanya tersebar di berbagai pelosok dunia, untuk diaplikasikan maupun dijadikan sarana Pendidikan.. Karena perjuangan mereka lah Islam berada pada masa Kegemilangannya saat itu..
“Seorang wanita (ibu) adalah lembaga pendidikan, yang jika ia benar2 mempersiapkan dirinya, berarti ia telah memepersiapkan sebuah generasi yang benar2 digdaya” (Ahmad Syauqi)
“ Seorang Ibu adalah sekolah apabila engkau persiapkan dengan baik berarti engkau telah mempersiapkan generasi yang harum” (Syair Hafizh Ibrahim)
Lalu,sadarkah kita bahwa Madrasah utama, Guru terbaik, Pendidik pertama bagi seorang anak adalah seorang Ibu, ya Ibu adalah Lembaga Pendidikan pertama bagi setiap generasinya, bahkan pendidikan itu sudah terbina ketika anak tersebut masih dalam kandungan..
Dalam sejarah islam, orang-orang besar lahir di bawah bimbingan bijak para Ibu. Seorang Ulama, Hasan Muhammad Abu Al-Walid an-Naisabari menjadi ulama yang cerdas dan pintar karena ibunya mendoakannya saat kehamilannya, “ Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku anak yang pintar.” Dan dikabulkanlah permintaannya, Imam Bukhari menjadi Ulama dan Pakar hadist yang sukses berkat besarnya perhatian ibunya terhadap pendidikannya.
Keberhasilan seorang anak tidak pernah lepas dari pendidikan yang diberikan oleh Ibunya, Ibunya yang mengarahkannya, mengajarkannya, membimbingnya, mengiringi perkembangannya, dari anak tersebut masih dalam kandungan, hingga anak itu tumbuh dewasa.
Bahkan ketika anaknya sudah dewasa pun, seorang Ibu akan terus mendoakannya,menasihatinya, untuk selalu menjadi seorang muslim yang baik, seorang pemimpin yang cerdas, seorang manusia yang senantiasa bermanfaat.
Teringat cerita tentang Abdullah bin Zubair sata ia masih kecil. Seperti biasa ia bermain bersama teman-temannya. Tiba2 tawa riang mereka berhenti seketika . Sunyi,senyap. Teman-temannya pergi. Ternyata Karena Umar yang sangar dan di takuti itu lewat. Anak-anak pun takut. Mereka berhamburan dan berlarian ketakutan. Namun Abdullah bi Zubair tetap diam di tempatnya.
Umar pun tertarik dan mendekat padanya, “ Mengapa engkau tidak ikut-ikutan berlari bersama teman-temanmu?” Tanya Umar penuh keheranan.
“Wahai Amirul Mukminin. Aku tidak berbuat salah,mengapa harus takut kepadamu? Lagipula jalan kan masih luas,tidak sempit, mengapa aku harus menyingkir dan meluaskannya untukmu?” jawab bocah belia ini. Mendengar jawaban bocah kecil ini, Umar pun kagum atas keberanian dan keterusterangannya. Benar-benar pemberani.
Siapa di balik keberanian Abdullah ini? Tidak lain adalah Ibunya Asama binti Abu Bakar. Asma adalah seorang wanita pemberani,putri sahabat nabi, Abu Bakar ash-Shiddiq.
Terdapat juga kisah tentang remaja nan belia. Lelaki mulia. Usianya baru belasan tahun. Suatu hari saat masih remaja ia berkelana. Di tengah perjalanan itu, ia dihadang sekumpulan perampok. Para perampok itu menggertaknya. Mereka hendak merampas harta miliknya. Karena memang itulah tugas para perampok.
Nah, saat digertak oleh gerombolam perampok itu remaja ini bergeming,sama sekali tidak merinding. Tegak Berdiri gagah berani. Menjawab dengan mantap dan penuh percaya diri.
“ Aku telah berjanji pada ibuku untuk selalu berlaku jujur. Aku tidak mau mengkhianati janjiku pada ibuku,” katanya pada perampok itu. “Aku membawa uang sebanyak 40 dinar.”
Mendengar jawaban jujur dan polos remaja tersebut,sang kepala perampok pun menangis. Ia mengatakan,” Engkau takut mengkhianati janjimu pada ibumu,, Tetapi mengapa aku tidak takut mengkhianati janjiku pada Allah?”
Subhanallah, Janji dan kejujuran pada sang ibu ini ternyata dengan seizin Allah bisa membuka hidayah dan kesadaran sekelompok perampok. Mereka pun kapok.
Lalu siapa pemuda Jujur tersebut? Dialah Abdul Qadir Al-Jailani. Namanya jaminan mutu. Prestasinya harum sepanjang waktu. Keberanian,kejujuran, dan kecerdasannya menjadi modal yang kekal. Dia berhasil mengantar ribuan orang masuk islam. Dia memang hebat,dahsyat, tapi siapakah yang lebih hebat, tentu saja Ibu yang mendidiknya.
“Di balik para pahlawan besar, ada wanita-wanita besar..”
Tentu semuanya tau siapa Khalid bin Walid, Dialah Mujahid legendaris yang membuat orang kafir miris. Berkali-kali ia terlibat perang, dan totalitasnya selalu mengagumkan baik sebagai qiyadah (pemimpin) perang, maupun Jundi (prajurit) perang..
Lalu siapa dibalik kehebatan Khalid bin Walid?? Tentu saja ibunya.. Ketika Umar mendengar Khalid di penghujung usia, beliau mengakui eksistensi kepahlawanan dan keutamaan ibunya, “ Seluruh wanita tidak mampu melahirkan anak seperti Khalid..” begitu komentar Umar.
Begitulah, “dibalik para pahlawan besar ada wanita-wanita besar”, dan kunci dari semuanya adalah Tarbiyah. Dan tarbiyah di tangan bijak seorang Ibu akan menjadi energy yang Dahsyat.
Teman-teman juga mungkin tidak asing dengan sosok Khansa’ ibunda para Mujahid. Ia mengerahkan keempat putranya untuk ikhlas berperang di medan perang. Ia yang menasihati keempat putanya bahwa kehidupan yang kekal hanya di akhirat, dan meyakinkan mereka bahwa Allah akan menyediakan pahala bagi seorang muslim yang memerangi orang kafir.
Sehingga semua anaknya menjadi pejuang yang tangguh di medan perang, ketika saudara mereka terbunuh satu-persatu pun,mereka selalu teringat akan nasihat ibunya.. Sehingga rasa takut pun enggan menyelinap di hati mereka.
Khansa’ mengerahkan keempat anaknya untuk ikut mengangkat senjata dalam usaha mendapatkan tiket masuk Syurga. Khansa’ pun tidak tinggal diam, ikut berperang di medan perang dalam barisan wanita, yang merawat prajurit dan membawa makanan. Subhanallah..
Para pahlawan adalah orang-orang yang mampu menggali potensi dahsyat dari rumahnya,dari Ibunya. Merekalah Madrasah sebelum Madrasah lainnya. Al-Ummu madrasatun. Seorang Ibu adalah tempat sekolah bagi anak-anaknya sekaligus madrasah cinta para pahlawan
Napoleon Bonaparte pernah ditanya,” Benteng manakah di Prancis yang paling kuat?” Ia menjawab,” Para ibu yang baik.”
Karena itu,, Barakallah ya Ummi, selamat wahai para Ibu. Di tangan mu lah generasi ini akan maju. Ikhwatifillah, salah satu peran penting dan kekuatan keluarga , khususnya seorang Ibu adalah, mendidik generasi untuk menjadi asset dan investasi, baik di masa kini maupun dimasa nanti, akhirat nan abadi.
Kesuksesan pendidikan merupakan Saham riil bagi penyiapan kader-kader dakwah yang handal,membentuk keluarga islami, menciptakan lingkungan dan masyarakat yang penuh dengan manusia-manusia berkualitas untuk mengaplikasikan islam dalam kehidupan.
Wahai saudariku Muslimah, begitu besar anugrah Allah yang diberikan atas kita, satu karunia yang tak terhingga nilainya. Berbahagialah,tersenyumlah, karena engkaulah sumber percikan cahaya peradaban. Engkaulah Madrasah Akhlak mulia. Engkaulah pengokoh kesempurnaan generasi. Engkaulah mata air bening syurgawi, pelepas dahaga jiwa, penyejuk kerinduan hati..
Ketiadaanmu adalah ketiadaan pengukuh semangat generasi, Kebaikanmu berarti kebaikan semesta, keburukanmu berarti kehancuran negrimu.
Jelas sudah, dari rahim seorang ibulah lahir para pahlawan besar, dari didikan seorang Ibulah lahir para pejuang tangguh, dari bimbingan seorang ibu lah lahir para ilmuwan-ilmuwan hebat. Dari rumah sang anak belajar untuk jujur, dari rumah sang anak di didik untuk rajin belajar, dari rumah lah sang anak di ajarkan untuk cinta pendidikan, dan dari rumah lah sang anak dibina untuk benci kejahatan.
Ibu yang membangun karakter seorang anak dari awal, karakter yang akan menjadi arahan perkembangan kepribadian seorang anak. Ibu yang akan memulai melatih pola pikir anak.
Dari lingkungan rumahnya sang anak diajarkan untuk jadi seorang pemimpin, dilatih untuk berfikir kreatif, diajarkan untuk disiplin. Dari bimbingan seorang ibu sang anak akan rajin membaca Qu’an, dari sentuhan nasihat ibu lah sang anak akan rajin beribadah, dari binaan seorang ibulah sang anak belajar menghafal Al-Qur’an..
Ya, Ibulah madrasah sebelum madrasah lainnya. Karena anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Bahkan pemilihan sekolah yang baik untuk sang anak pun, tak lepas pula dari pilihan seorang Ibu. Tapi tetap saja, pendidikan terbaik sepanjang masa untuk seorang anak ada di dalam rumahnya.
Karena itu, kebaikan seorang anak tercermin dari kehebatan seorang ibunya pula. Apakah Ibunya mendidik atau membina sang anak dengan baik atau tidak. Apakah sang Ibu menjaga dan mengiringi langsung pembentukan karakter sang anak, atau membiarkan pengasuh atau baby sitter yang akan mengambil peranan itu.
Wahai para calon Ibu, kita juga telah mengetahui bahwa anak adalah amanah dari Allah. Anak adalah titipan yang Allah berikan pada kita, dan suatu saat Allah akan mengambilnya kembali dari kita. Allah akan menilai keberhasilan kita dalam menjaga dan mendidik titipan-Nya itu.
Satu pekerjaan yang paling mulia adalah menjadi Orang Tua yang baik untuk anak2nya. Dari sanalah akan terbentuk generasi Rabbani, dari sanalah akan tercipta cahaya-cahaya peradaban.. Ketika semuanya sibuk untuk menjadi seorang dokter, arsitek, dosen, pemimpin perusahaan, sadarkah semuanya bahwa pekerjaan utama kita adalah menjadi orang tua untuk anak-anak kita.
Apalagi untuk seorang wanita, pekerjaan utama kita adalah menjadi seorang ibu yang mendidik generasi-generasi penerus kita. Menjadi seorang dokter hanyalah pekerjaan sampingan saja (buat saya pribadi^^).. pekerjaan utama tetep saja menjadi seorang Ibu.
Tapi tetep saja, proses pembelajaran kita, kuliah kita, sekolah kita, sosialisasi kita, tetap dibutuhkan untuk bisa jadi seorang ibu yang baik. Justru karena kita akan menjadi ibu yang baiklah,kita pun harus banyak belajar. Karena anak yang berwawasan luas juga tercipta dari Ibu yang banyak memberinya wawasan dan membiasakan sang anak untuk selalu menambah wawasan..
Untuk itu, kita pun harus banyak mempersiapkan diri untuk itu, karena untuk menjadi madrasah akhlak yang baik untuk anak-anak kita tidak bisa kita peroleh dengan cara instan.
Bagaimana mungkin kita menginginkan anak yang hafidz Qur’an sedangkan kita sendiri juz 30 saja masih ada yang belum hafal.
Bagaimana mungkin kita mau menjadikan anak kita anak Shaleh tetapi kita sendiri belum paham deskripsi anak shaleh itu apa.
Bagaimana mungkin kita ingin anak kita jadi anak yang jujur kalau kita sendiri sering berbohong dan memalsukan keterangan.
Bagaimana mungkin kita menginginkan anak yang rajin dan cinta belajar sedangkan kita hanya duduk di depan televisi berjam-jam.
Bagaimana kita menginginkan anak yang bisa jadi pemimpin hebat kalau untuk memimpin diri sendiri saja kita tidak bisa.
Bagaimana mungkin kita ingin anak kita disiplin tapi kita nggak membiasakan disiplin di rumah kita, kalau management waktu kita saja masih buruk.
Bagaimana mungkin kita ingin anak kita jadi anak cerdas kalau kita nya saja males untuk kuliah.
Bagaimana kita ingin anak kita cinta pada lingkungan kalau kita masih buang sampah sembarangan
Bagaimana mungkin kita ingin anak kita terjaga izzah dan iffah nya sementara kita bergaul terlalu bebas dengan lawan jenis kita.
Bagaimana mungkin kita menginginkan anak kita mengasihi yang muda dan menghormati yang tua, kalau kita sendiri tidak pernah memberikan sentuhan kasih sayang kita pada mereka.
Bagaimana mungkin kita ingin anak kita mencintai hidup sederhana dan mengasihi fakir miskin kalau kita saja masih sering membeli barang yang tidak perlu dan terlalu mewah.
Bagaimana kita menginginkan anak kita mencintai dan menghormati kita kalau kita saja tidak berakhlak baik pada orang tua kita. Menanyakan kabarnya saja jarang.
Semua persiapan itu tidak instan, semua persiapan itu tidak bisa tercapai tiba-tiba. Perlu proses yang akhirnya membuat kita banyak belajar dan memahami itu. Karna untuk membentuk karakter yang baik, kita pun harus memiliki karakter yang baik.
Dan pembentukan karakter itu bukan suatu hal yang instan, perlu keinginan yang kuat dan continue untuk terus membentuk diri kita jadi madrasah utama tersebut. Masih banyak yang harus kita pelajari, masih banyak sikap yang harus kita latih, masih banyak yang harus kita biasakan. Karena suatu saat kita akan menjadi contoh pula bagi anak-anak kita.
Belajarlah dari Ummahat-ummahat terdahulu, belajarlah dari Ibunda para mujahid, Belajarlah dari Istri-istri Nabi yang Shalehah, belajar lah dari sahabat-sahabat Rasul, Belajar lah dari ibu2 yang sukses mengantarkan anaknya menjadi anak-anak yang hebat. Tentu mereka bukanlah wanita biasa. Belajar lah dari mana saja kita bisa belajar. Untuk mempersiapkan kematangan diri kita.
Jangan pernah malu untuk belajar. Jangan pernah merasa kalau ini hanya harus dilakukan oleh perempuan yang akan menikah. Karena pada dasarnya kita akan mengalami fase tersebut, InsyaAllah..
Semoga ketika kita berada di fase tersebut, kita sudah bisa menjadi seorang ibu yang siap pakai. Bukan baru mulai belajar. Walaupun proses belajar itu sendiri pun akan berlangsung terus-menerus seumur hidup..
Mudah-mudahan ketika ada di fase tersebut kita sudah disiapkan untuk menjadi madrasah akhlak yang baik. Karena pembinaan anak itu berlangsung bahkan sebelum anak tersebut lahir di dunia..
Semangat akhwat-akhwat Shalihah^^,, Allah telah menitipkan tugas mulia itu pada kita. Kerjakanlah amanah itu dengan sebaik-baiknya.. Karena Kalianlah Sumber percikan cahaya peradaban..
Posted by: najmulhayah on: Februari 9, 2010
Para ahli tumbuh kembang anak mengatakan bahwa periode 5 (lima) tahun pertama kehidupan anak sebagai “Masa Keemasan (golden period) atau Jendela Kesempatan (window opportunity), atau Masa Kritis (critical period)”.
Apakah artinya? Periode 5 (lima) tahun pertama kehidupan anak (masa balita) merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat pada otak manusia, merupakan masa yang sangat peka bagi otak anak dalam menerima berbagai masukan dari lingkungan sekitarnya.
Walau proses belajar terus berlangsung selama usia manusia, namun delapan tahun pertama usia anak bisa mempengaruhi kehidupan anak secara permanen. Pada masa ini otak balita bersifat lebih plastis dibandingkan dengan otak orang dewasa dalam arti anak balita sangat terbuka dalam menerima berbagai macam pembelajaran dan pengkayaan baik yang bersifat positif maupun negatif.
Pada masa ini anak memiliki konsentrasi 100 persen dalam ingatannya saat menerima informasi. Felicia Irene M.Psi, psikolog perkembangan anak memaparkan, dalam rentang masa ini perkembangan fisik, motorik, dan berbahasa anak tumbuh pesat. Masa krusial ini dibagi menjadi dua, yaitu usia 0-3 tahun dinamakan batita (toddler) dan usia 3-6 tahun disebut masa prasekolah.
Sisi lain dari fenomena ini yang perlu mendapat perhatian, otak balita lebih peka terhadap asupan yang kurang mendukung pertumbuhan otaknya seperti asupan gizi yang tidak adekwat, kurang stimulasi dan kurang mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.
Oleh karena itu kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memberi masukan dan nilai-nilai yang postiif, menghindari masukan yang bersifat negatif dan sedapat mungkin memberikan asupan gizi yang adekuat, memberikan stimulasi yang baik dan benar, serta memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi anak.
Mengingat masa 5 tahun pertama merupakan masa yang ‘relatif pendek’ dan tidak akan terulang kembali dalam kehidupan seorang anak, maka para orang tua dan pendidik harus memanfaatkan periode yang ‘singkat’ ini untuk membentuk anak menjadi bagian dari generasi penerus yang tangguh dan berkualitas.
Berdasarkan referensi yang saya dapat kebutuhan dasar seorang anak terdiri dari 3 faktor :
v ASUH ( kebutuhan biomedis)
Menyangkut asupan gizi anak selama dalam kandungan dan sesudahnya, kebutuhan akan tempat tinggal, pakaian yang layak dan aman , perawatan kesehatan dini berupa imunisasi dan deteksi dan intervensi dini akan timbulnya gejala penyakit.
v ASIH ( kebutuhan emosianal)
Penting menimbulkan rasa aman (emotional security) dengan kontak fisik dan psikis sedini mungkin dengan ibu. Kebutuhan anak akan kasih sayang, diperhatikan dan dihargai, ,pengalaman baru, , pujian, tanggung jawab untuk kemandirian sangatlah penting untuk diberikan. Tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan , tetapi lebih banyak memberikan contoh – contoh penuh kasih sayang adalah salah satunya.
v ASAH ( kebutuhan akan stimulasi mental dini)
Cikal bakal proses pembelajaran , pendidikan , dan pelatihan yang diberikan sedini dan sesuai mungkin. Terutama pada usia 4 – 5 tahun pertama ( golden year) sehingga akan terwujud etika, kepribadian yang mantap, arif, dengan kecerdasan, kemandirian ,ketrampilan dan produktivitas yang baik.
Orang tua, pengasuh dan pendidik perlu mengetahui kebutuhan dasar anak dan melakukan pembinaan yang berkualitas dan komprehensif kepada anak melalui kegiatan yang disebut sebagai Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Anak.
Nomor satu tentunya pendidikan agama sejak dini, disamping itu untuk memacu tumbuh-kembang tubuh dan otaknya, mendeteksi, menghindari dan mengoreksi penyimpangan tumbuh-kembang anak, perlu dilakukan kegiatan SDIDTK yang meliputi:
Untuk membentuk seorang anak menjadi manusia yang berkualitas maka anak usia 0-6 tahun perlu mendapatkan stimulasi rutin sedini mungkin dan terus-menerus pada setiap kesempatan.
Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh-kembang anak yang bahkan dapat menyebabkan gangguan yang menetap. Stimulasi perlu dilakukan menurut aturan yang benar seperti anjuran para ahli, stimulasi yang salah dapat menyebabkan pembentukan anak yang menyimpang.
Oleh karena itu stimulasi sebaiknya dilakukan oleh orang-orang terdekat dengan anak yang telah mendapat pengertian tentang cara memberi stimulasi yang benar, misal: ayah, ibu, pengasuh, anggota keluarga lain, petugas kesehatan dan kelompok masyarakat tertentu, misal kader kesehatan atau kader pendidikan.
Mengapa proses tumbuh kembang anak menjadi sangat penting untuk dipahami? karena pada dasarnya kualitas generasi penerus nanti dipengaruhi pula oleh kualitas tumbuh kembang anak saat ini. Seperti yang telah banyak kita ketahui, bahwa generasi penerus nantinya lah yang akan menjadi pengganti dari para pemimpin-pemimpin bangsa saat ini. Karena itu kita juga harus berusaha agar generasi penerus nanti merupakan generasi yang cerdas,terdidik dan tangguh.
Kualitas para pemuda, tidak bisa kita pungkiri, juga akan tercermin dari bagaimana pola asuh atau pola didik dia dari masa kanak-kanaknya. Semakin baik pola pengasuhannya, semakin terlatih perkembangan otaknya, maka ia akan menjadi seorang kader yang semakin berkualitas. Karena itulah masalah ini juga di anggap penting dalam rangka membangun peradaban yang lebih baik lagi.
Kembali kepada realita yang ada, saat ini proses perkembangan kecerdasan dan intelektual anak belum terbina dengan baik. Seperti kita ketahui bersama, bahwa madrasah yang paling baik buat seorang anak adalah Ibu. Sedangkan saat ini, di Indonesia khususnya, peran ibu dalam mengawasi perkembangan buah hatinya sudah semakin menurun.
Tuntutan ekonomi dan pekerjaan, pada akhirnya membuat seorang ibu terpaksa mengalihkan tugas menjaga dan memantau perkembangan anaknya pada seorang pembantu rumah tangga (PRT) atau baby sitter. Padahal pendidikan seorang pembantu atau baby sitter hanya sebatas SD atau SMP, mungkin ada beberapa juga yang lulus SMA.
Pengetahuan mereka tentang pola asuh yang baik dan pemantauan perkembangan anak yang baik pun bisa di bilang rendah. Bukan hanya PRT dan Baby sitter, mungkin sang ibu sendiri pun belum begitu memahami betul bagaimana cara yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan anak di masa golden periode tersebut.
Berdasarkan hasil penilitian yang dilakukan oleh Universitas Airlangga di dapatkan bahwa ternyata memang PRT tidak memiliki pemahaman yang baik tentang mengasuh anak. Penelitian ini merupakan Penelitian deskriptif-analitik di1akukan secara cross sectional, selama 5 (lima) bulan, berlokasi di kompleks perumahan ITS, Sukolilo dan kompleks perumahan Pondok Benowo Indah. Benowo, Kota Surabaya.
Dari sana di dapat bahwa PRT memperoleh informasi tentang cara pengasuhan anak umumnya diperoleh dari majikan (ibu) dan tingkat pengetahuan dan keterampilan PRT tentang pengasuhan anak tergolong rendah.
Status gizi sebagian besar anak yang diasuh adalah normal, namun masih ditemukan adanya anak dengan status gizi lebih, sedang dan kurang. Perkembangan sebagian besar anak yang diasuh adalah normal tetapi masih djumpai adanya keterlambatan perkembangan pada sebagian anak yang di asuh.
Selain proses perkembangan yang belum di kawal dengan baik, permasalahan lain yang menyangkut proses perkembangan sang anak adalah masalah status gizinya. Di atas sudah dipaparkan pula bahwa status gizi pun sangat berpengaruh pada perkembangan kecerdasan seorang anak. Dengan gizi yang baik dan terkecukupi maka anak akan tumbuh dan berkembang dengan optimal.
Permasalahannya, sekarang bisa kita lihat bahwa pemenuhan gizi anak belum terkecukupi secara baik. Bukan hanya saja permasalahan ekonomi yang mengakibatkan seorang anak tidak mendapatkan gizi yang cukup, tapi saat ini pemenuhan gizi bagi anak dengan keluarga yang berkecukupan pun belum tentu terpenuhi dengan baik.
Hal ini bisa kita lihat dari kenyataan susahnya membujuk anak memakan sayur-sayuran. Bahkan mungkin ada beberapa anak juga yang susah untuk memakan buah-buahan yang mengandung nutrisi yang baik.
Lebih parah lagi yang juga harus jadi sorotan adalah masalah jajanan yang biasanya terdapat di sekolah dasar- sekolah dasar. Tidak bisa dipungkiri bahwa jajanan tersebut merupakan jajanan dengan kualitas gizi yang sangat rendah. Bahkan ada juga yang malah bisa membuat si anak menjadi bodoh dalam perkembangan kecerdasannya.
Satu hal yang menginspirasi saya dalam menulis hal ini berawal dari keprihatinan saya terhadap anak-anak zaman sekarang. Terkait masalah 2 hal di atas dan yang juga menjadi sorotan buat saya adalah masalah perkembangan dunia entertaintment yang begitu pesat dan semakin tidak mendidik.
Ketika saya masih bisa mendengarkan lagu anak-anak saat kecil,tapi sekarang anak-anak kecil banyak sekali yang menyanyikan lagu orang dewasa. Banyak sekali godaan yang membuat anak-anak zaman sekarang cenderung bersifat manja, dan keinginan untuk belajarnya pun semakin menurun. Apalagi ketika di tinggal di rumah hanya dengan seorang pembantu, itu benar-benar akan sangat membuka celah buat anak-anak tersebut bermain sesuka hati mereka. Tanpa arahan dan bimbingan yang jelas. Hasilnya, optimalisasi perkembangan sang anak pun tidak akan berjalan dengan baik.
Karena itu, perlu pengawasan ekstra dari seorang ibu untuk bisa mengoptimalisasikan perkembangan anak-anaknya. Karena lahirnya para pemuda yang merupakan ujung tombak perubahan dan pergerakkan itu, terbentuk dari bagaimana cara ia di didik sejak kecil. Dan peran serta seorang ibu sangat besar untuk proses optimalisasi tersebut..
Iringi terus proses perkembangan mereka, jangan sampai anak kita menjawab seperti ini saat ujian,,